Chongqing, Tiongkok – Cerita.co.id melaporkan dari pusat inovasi Changan Automobile, sebuah langkah monumental yang menegaskan komitmen pabrikan otomotif asal China ini terhadap keselamatan pengguna. Dengan menggelontorkan investasi fantastis mencapai ratusan miliar rupiah, Changan membangun fasilitas pengujian tabrak tercanggih, Changan Automobile Collision Safety Laboratory, demi memastikan setiap produk yang mereka luncurkan memenuhi standar keamanan tertinggi.
Investasi yang tak main-main ini mencapai angka 300 juta yuan, atau setara dengan Rp 753 miliar. Dana sebesar itu dialokasikan demi satu tujuan utama: meyakinkan konsumen akan kualitas dan standar keamanan tertinggi pada setiap produk yang mereka tawarkan. Di fasilitas inilah, ribuan simulasi tabrakan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun, menjadi bukti nyata keseriusan Changan dalam menjaga mutu dan keselamatan.

Salah satu aset krusial dalam pengujian ini adalah keberadaan dummy atau boneka uji tabrak yang dirancang menyerupai manusia. Bukan sembarang boneka, dummy ini dilengkapi sensor canggih untuk menganalisis potensi cedera secara akurat. Nilai aset ini pun tidak kalah fantastis. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, yang mengawal tim Cerita.co.id ke fasilitas tersebut, mengungkapkan, "Salah satu dummy yang dipunya bernilai 12 juta yuan China (setara Rp 30 miliaran) dan ada juga yang 8 juta yuan China (setara Rp 20 miliaran)."

Related Post
Saat tim Cerita.co.id berkesempatan mengunjungi laboratorium yang berlokasi di Airport Park, Chongqing ini, pengujian terhadap SUV Changan Deepal S07 sedang berlangsung. Model yang juga sudah mengaspal di Indonesia ini diuji dengan skenario tabrak depan miring 30 derajat pada kecepatan 30 km/jam, fokus pada kinerja airbag pengemudi. "Di sini ada banyak skenario yang dites. Ini salah satunya ditabrak depan, tapi tidak frontal, karena jarang terjadi tabrakan yang frontal. Ini dites miring sedikit ke kiri 30 derajat," jelas Setiawan. Hasilnya, airbag mengembang sempurna, dan dummy yang berperan sebagai pengemudi maupun penumpang tampak tidak mengalami kerusakan signifikan.
Keberhasilan uji tabrak ini tidak hanya membuktikan standar keamanan Deepal S07, tetapi juga menegaskan bahwa mobil tersebut telah tersertifikasi lolos uji oleh pihak ketiga. Changan juga tidak ragu membeberkan biaya di balik setiap pengujian. Untuk menguji satu model mobil secara komprehensif, dibutuhkan setidaknya 60 unit kendaraan yang harus ‘dikorbankan’ untuk dihancurkan. Selain itu, investasi pada peralatan pendukung seperti kamera berkecepatan tinggi, lampu sorot khusus, dan perangkat analisis lainnya juga sangat besar, esensial untuk merekam dan menganalisis setiap detail kecelakaan. Bahkan, dummy yang menjadi ‘relawan’ pengujian pun diperlakukan istimewa, disimpan dalam ruangan dengan suhu terkontrol untuk menjaga akurasi sensornya.
Langkah Changan ini menjadi penanda penting dalam industri otomotif, menunjukkan bahwa investasi besar dalam riset dan pengembangan keselamatan adalah prioritas utama demi meraih kepercayaan dan melindungi nyawa para penggunanya.






Tinggalkan komentar