Cerita.co.id melaporkan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah mengambil langkah strategis dengan menjajaki kolaborasi bersama sejumlah perusahaan terkemuka dari China. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat hilirisasi industri unggas di Tanah Air, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan esensial seperti telur, daging ayam, dan susu, guna menopang program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan urgensi kerja sama ini demi menjamin keberlanjutan program MBG. Menurutnya, Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan dalam mencapai swasembada pangan, khususnya untuk komoditas telur dan susu. "Berdasarkan perhitungan kami, program ini membutuhkan sekitar 24 juta butir telur setiap hari, atau lebih dari 700 juta butir per bulan secara nasional," ungkap Anin dalam sebuah pertemuan bisnis dengan delegasi pengusaha industri telur asal China di Menara Kadin, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026).

Anin memberikan contoh konkret kebutuhan di Provinsi Aceh, di mana dapur-dapur MBG yang dikelola Kadin memerlukan setidaknya 600.000 butir telur per hari. Ia menambahkan bahwa Presiden memandang program ini sebagai prioritas utama, dengan target 30.000 dapur MBG di seluruh Indonesia. Kadin sendiri berkomitmen untuk terlibat dalam 1.000 dapur di antaranya, menggunakan sumber daya internal.

Related Post
Selain telur, kebutuhan pasokan ayam potong juga sangat mendesak. Anin menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan protein bagi 80 juta siswa yang menjadi sasaran program, diperlukan sekitar 80 juta paha ayam per hari. Kerja sama dengan China ini diharapkan menjadi terobosan signifikan yang tidak hanya mendukung MBG, tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang bagi ketahanan pangan nasional.







Tinggalkan komentar