India Gemparkan Pasar EV

India Gemparkan Pasar EV

Cerita.co.id melaporkan, pemerintah Delhi di India baru saja meluncurkan paket insentif kendaraan listrik (EV) yang sangat ambisius, berlaku selama lima tahun penuh. Kebijakan ini, yang berbeda dengan pendekatan di Indonesia, menawarkan diskon langsung untuk motor listrik dan pembebasan pajak untuk mobil listrik, bertujuan mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan secara masif.

Untuk sektor roda dua, pembeli motor listrik akan menikmati subsidi maksimal 30 ribu rupee, setara hampir Rp 6 juta, pada tahun pertama implementasi kebijakan EV 2026. Besaran potongan ini akan disesuaikan dengan kapasitas baterai kendaraan dan akan menurun pada tahun kedua dan ketiga. Tak hanya itu, ada bonus tambahan 10 ribu rupee atau sekitar Rp 2 juta bagi mereka yang menukar motor bensin lama (standar BS4 atau lebih tua) dengan motor listrik baru. Pemerintah Delhi juga berencana menghentikan registrasi motor bensin secara bertahap, menandai langkah serius menuju mobilitas hijau.

India Gemparkan Pasar EV
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di sisi kendaraan roda empat, mobil listrik memang tidak menerima subsidi tunai secara langsung. Namun, pemerintah menawarkan insentif signifikan berupa pembebasan penuh pajak jalan dan biaya registrasi untuk model-model dengan harga di bawah 30 lakh rupee, atau sekitar Rp 550 juta. Lebih jauh lagi, 100 ribu pembeli pertama yang melakukan tukar tambah kendaraan lama mereka dengan EV baru akan diganjar insentif ekstra sebesar 1 lakh rupee, setara dengan Rp 18 juta. Skema ini diprediksi akan membuat harga on the road mobil listrik jauh lebih kompetitif dibandingkan kendaraan konvensional. Merek-merek seperti Tata Nexon EV, Hyundai Creta EV, dan Kia Carens Clavis EV diperkirakan akan menjadi penerima manfaat utama dari kebijakan ini.

COLLABMEDIANET

Kendaraan hybrid juga tidak luput dari perhatian. Meskipun tidak ada insentif scrappage seperti untuk motor listrik, pemerintah memberikan potongan 50 persen untuk pajak jalan dan biaya registrasi. Model-model seperti Toyota Innova HyCross dan Urban Cruiser HyRyder berpotensi besar merasakan dampak positif dari kebijakan ini, mendorong pilihan kendaraan yang lebih efisien energi.

Kebijakan yang tertuang dalam draf awal EV Policy 2026-2030 ini, seperti yang disitat dari The Economic Times dan NDTV, saat ini sedang dalam masa uji publik selama 30 hari. Langkah progresif Delhi ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong transisi menuju mobilitas berkelanjutan, memberikan angin segar bagi industri kendaraan ramah lingkungan di India.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar