Hybrid Bakal Meledak

Dana Sulistiyo

Hybrid Bakal Meledak

Cerita.co.id – Lanskap industri otomotif Indonesia di ambang pergeseran signifikan. Jika beberapa tahun terakhir mobil listrik murni (EV) mendominasi perbincangan, kini sorotan tajam beralih ke segmen kendaraan hybrid yang diproyeksikan akan mengalami lonjakan penjualan luar biasa di Tanah Air. Fenomena ini menandai fase baru dalam tren elektrifikasi, di mana solusi transisi yang lebih adaptif mulai mengambil alih panggung utama.

Prediksi optimis ini disampaikan oleh Budi Darmawan Jantania, Sales Director Chery Sales Indonesia. Menurutnya, data dua tahun terakhir secara konsisten menunjukkan grafik pertumbuhan kendaraan hybrid yang terus menanjak. "Kami melihat tren ini akan terus berlanjut, menandakan bahwa hybrid akan menjadi tulang punggung pertumbuhan pasar otomotif di Indonesia ke depan," ujarnya saat ditemui di sela-sela Indonesia International Motor Show 2025 belum lama ini.

Hybrid Bakal Meledak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) tetap memiliki pangsa pasarnya sendiri. Namun, laju ekspansinya diperkirakan tidak akan seganas fase awal penetrasi EV di Tanah Air. Konsumen kini memiliki alternatif pilihan yang lebih beragam, dan hybrid menjadi salah satu opsi menarik yang menawarkan keseimbangan antara inovasi dan kepraktisan.

COLLABMEDIANET

Pergeseran preferensi ini tercermin jelas dari data internal penjualan Chery di Indonesia. Sejak lini Chery Super Hybrid (CSH) mulai dipasarkan pada Mei 2025, kontribusinya langsung melonjak signifikan terhadap total penjualan. Budi merinci, "Pada tahun 2025, sejak CSH kami luncurkan di bulan Mei, kontribusinya sudah mencapai hampir 30% dari total penjualan. Jika dihitung untuk setahun penuh, kami proyeksikan angka ini bisa melampaui 45%."

Saat ini, komposisi penjualan Chery masih didominasi oleh EV, diikuti hybrid, dan kendaraan mesin pembakaran internal (ICE) di posisi ketiga. Namun, dari sisi growth rate, hybrid menunjukkan akselerasi paling agresif. Chery sendiri menargetkan minimal 40% dari total penjualannya akan berasal dari segmen hybrid, menunjukkan keyakinan kuat terhadap potensi pasar ini.

Lantas, apa yang membuat kendaraan hybrid begitu adaptif dan menarik bagi pasar Indonesia? Secara teknis, hybrid mengombinasikan mesin pembakaran internal dengan motor listrik dan baterai berkapasitas lebih kecil dibandingkan EV. Konfigurasi ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang superior tanpa ketergantungan penuh pada infrastruktur pengisian daya yang masif.

Di negara kepulauan seperti Indonesia, dengan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang belum merata, hybrid menjadi solusi transisi yang dinilai jauh lebih realistis. Konsumen dapat menikmati keuntungan efisiensi dan performa listrik tanpa dihantui kekhawatiran jarak tempuh atau ‘range anxiety’, karena masih bisa mengandalkan bahan bakar konvensional kapan pun dibutuhkan. Ini menjadikan hybrid pilihan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisi mayoritas pengguna jalan di Indonesia saat ini.

Dengan demikian, gelombang pertumbuhan berikutnya di industri otomotif Indonesia tidak hanya akan didorong oleh mobil listrik murni, melainkan juga oleh peran krusial mobil hybrid yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mayoritas masyarakat saat ini. Hybrid bukan sekadar alternatif, melainkan pilar utama masa depan elektrifikasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar