Cerita.co.id melaporkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi kembali terjadi. Terhitung mulai September 2026, harga Pertamax Turbo (RON 98) dan Pertamax Green (RON 95) mengalami kenaikan. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, angkat bicara mengenai keputusan ini, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut merupakan hasil perhitungan PT Pertamina Patra Niaga yang merujuk pada fluktuasi harga minyak dunia.
Menurut Yuliot, kenaikan harga tersebut merupakan cerminan dari dinamika harga minyak mentah global. "Ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, komponen Biaya Pokok Penyediaan (BPP) dari PT Pertamina juga praktis ikut meningkat, kemudian di situ ada margin," jelasnya saat ditemui usai menghadiri Indo EBTKE ConEx and Exhibition ke-12 di JIExpo Kemayoran pada Rabu (2/9/2026). Hal ini menjadi dasar perhitungan Pertamina dalam menetapkan harga jual di pasaran.
Menariknya, di tengah penyesuaian harga untuk produk RON 98 dan RON 95, harga Pertamax (RON 92) hingga saat ini masih dipertahankan stabil. Yuliot menegaskan bahwa Pertamax, sebagai BBM non-subsidi, pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar. Artinya, Pertamina memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan harganya kapan saja jika terjadi lonjakan harga minyak dunia, tanpa terikat oleh subsidi pemerintah. "Prinsipnya, harga Pertamax akan selalu selaras dengan kondisi pasar global," tambahnya.

Related Post
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga memang telah secara resmi mengumumkan penyesuaian harga untuk beberapa produk BBM non-subsidi lainnya. Selain Pertamax Turbo dan Pertamax Green, produk seperti Pertamina Dex dan Dexlite juga mengalami perubahan harga untuk periode September 2026. Langkah ini menunjukkan respons Pertamina terhadap fluktuasi pasar energi global yang terus berlangsung.









Tinggalkan komentar