Tiket Terbang Makin Mahal

Tiket Terbang Makin Mahal

Cerita.co.id melaporkan, masyarakat pengguna jasa transportasi udara dihadapkan pada potensi kenaikan harga tiket pesawat. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan harga avtur yang signifikan, mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyesuaikan aturan terkait fuel surcharge (FS) atau biaya tambahan bahan bakar.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub mengumumkan bahwa batas maksimal fuel surcharge untuk penerbangan niaga berjadwal domestik kini dinaikkan dari 30 persen menjadi 40 persen dari tarif batas atas (TBA). Kebijakan ini diambil setelah harga avtur nasional per 1 September 2026 tercatat mencapai Rp23.315 per liter, sebuah peningkatan sekitar 6,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Tiket Terbang Makin Mahal
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa kenaikan harga avtur menjadi dasar utama pemerintah mengevaluasi besaran fuel surcharge yang dapat diterapkan oleh maskapai. Dengan penyesuaian ini, badan usaha angkutan udara kini memiliki fleksibilitas untuk mengenakan FS hingga maksimal 40 persen dari TBA, khususnya untuk penumpang kelas ekonomi.

COLLABMEDIANET

Implikasinya, harga tiket pesawat berpotensi mengalami kenaikan, terutama jika maskapai memilih untuk memanfaatkan batas maksimal FS guna menutupi biaya operasional yang meningkat. Sebagai ilustrasi, untuk rute dengan TBA Rp1 juta, fuel surcharge maksimal yang sebelumnya Rp300.000 kini bisa mencapai Rp400.000.

Namun, Kemenhub menekankan bahwa angka 40 persen tersebut merupakan batas tertinggi, bukan kewajiban mutlak bagi seluruh maskapai. "Besaran 40 persen adalah batas maksimal, sehingga badan usaha angkutan udara tetap dapat menetapkan fuel surcharge di bawah batas tersebut sesuai strategi bisnis dan kondisi pasar," ujar Lukman dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (2/9/2026). Keputusan akhir mengenai besaran FS yang akan diterapkan tetap berada di tangan masing-masing maskapai, mempertimbangkan daya saing dan minat konsumen di pasar penerbangan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar