Gejolak Timur Tengah RI Siaga Penuh

Dana Sulistiyo

Gejolak Timur Tengah RI Siaga Penuh

Cerita.co.id, Jakarta – Indonesia tengah mengambil langkah strategis untuk mengamankan pasokan sulfur, bahan baku vital yang krusial bagi industri dan ketahanan pangan nasional. Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok global, sekaligus menjaga stabilitas produksi pupuk dan mendukung industri dalam negeri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, pada Kamis (2/4/2026) mengungkapkan kekhawatirannya. "Sekitar 33% dari total perdagangan sulfur dunia, atau sekitar 20 juta ton per tahun, berasal dari kawasan Teluk Persia. Ironisnya, Indonesia masih sangat bergantung, mengimpor lebih dari 75% kebutuhan sulfur kita dari wilayah tersebut," jelas Daconi. Ia menambahkan, konflik geopolitik dan potensi gangguan pada jalur logistik internasional dapat secara signifikan memengaruhi harga dan ketersediaan sulfur di pasar global.

Gejolak Timur Tengah RI Siaga Penuh
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kebutuhan asam sulfat di Indonesia sendiri terus meroket, kini mencapai sekitar 19 juta ton per tahun. Sektor pupuk dan industri hilirisasi mineral, khususnya nikel, menjadi penyumbang terbesar permintaan ini. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat permintaan sulfur terbesar di dunia, menjadikannya komoditas strategis yang tak terpisahkan dari upaya penguatan ketahanan pangan dan industri nasional.

COLLABMEDIANET

Dalam konteks ini, Petrokimia Gresik hadir bukan hanya sebagai bagian integral dari rantai pasok sulfur, melainkan juga sebagai solusi konkret bagi industri nasional. Perusahaan ini memiliki fasilitas pabrik asam sulfat dengan kapasitas produksi mencapai 1,8 juta ton per tahun yang terintegrasi penuh dengan proses produksi pupuk dan berbagai produk kimia lainnya. Melalui fasilitas ini, Petrokimia Gresik secara aktif berkontribusi pada penguatan pasokan bahan baku penting di dalam negeri.

Daconi lebih lanjut menguraikan bahwa dinamika geopolitik global yang berimbas pada pasokan dan harga sulfur dunia menuntut perusahaan untuk memperkuat strategi pengamanan bahan baku. Langkah-langkah strategis yang diambil Petrokimia Gresik meliputi diversifikasi sumber pasokan sulfur, penguatan kontrak jangka panjang untuk menjamin stabilitas pasokan dan harga, serta optimalisasi kapasitas produksi domestik. Selain itu, perusahaan juga fokus pada penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi bahan baku guna memastikan kelancaran pasokan di seluruh negeri.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar