Fortuner Terguling Bahu Jalan

Dana Sulistiyo

Fortuner Terguling Bahu Jalan

Cerita.co.id melaporkan insiden mengerikan di Tol Andara. Sebuah Toyota Fortuner terlibat kecelakaan tunggal setelah aksi ugal-ugalan di bahu jalan berujung fatal, menabrak Toyota Agya dan kemudian terguling. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian yang menjadi sorotan publik ini.

Kecelakaan nahas tersebut terjadi pada Selasa (24/3) malam di ruas Tol Andara, tepatnya di Km 02+400. Menurut keterangan Kasat PJR Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, Fortuner tersebut awalnya melaju di lajur 2 dengan kecepatan sekitar 100 km/jam. Namun, pengemudi Fortuner kemudian nekat berpindah ke bahu jalan untuk menyalip kendaraan di depannya.

Fortuner Terguling Bahu Jalan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Setelah berhasil menyalip, pengemudi Fortuner berupaya kembali ke lajur 1. Nahas, sebuah Toyota Agya yang diketahui hendak keluar Gerbang Tol Andara 1 berada di jalur tersebut, membuat tabrakan tak dapat dihindari. Benturan keras mengakibatkan Fortuner kehilangan kendali dan terguling. Kondisi kedua kendaraan pasca-kecelakaan cukup parah; Fortuner mengalami kerusakan bodi parah, kaca depan pecah, serta pintu samping hancur, sementara Agya rusak di bagian bodi depan dan belakang kanan.

COLLABMEDIANET

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, terutama terkait penggunaan bahu jalan. Bahu jalan sejatinya diperuntukkan bagi kendaraan dalam kondisi darurat atau untuk berhenti sementara. Penggunaannya sebagai jalur untuk menyalip atau melaju dengan kecepatan tinggi adalah pelanggaran serius yang berpotensi memicu kecelakaan fatal. Untuk mendahului kendaraan lain, pengendara wajib menggunakan lajur paling kanan yang tersedia.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan bahaya penggunaan bahu jalan untuk menyalip. "Jika pengendara memaksakan diri melaju di bahu jalan dengan kecepatan tinggi untuk mendahului, dan kemudian berhadapan dengan kendaraan yang statis atau berhenti darurat, dampak benturannya bisa sangat fatal dan tak terbayangkan," ujar Sony.

Sony juga menambahkan peringatan khusus bagi pengemudi SUV bongsor seperti Fortuner atau Pajero Sport. Kendaraan dengan ground clearance tinggi dan suspensi yang cenderung nyaman, seperti SUV, sejatinya tidak dirancang untuk dipacu dalam kecepatan ekstrem di jalan tol. Karakteristik ini justru meningkatkan risiko limbung atau kehilangan keseimbangan, terutama saat bermanuver di kecepatan tinggi. Banyak kecelakaan yang melibatkan SUV di jalan tol terjadi karena pengemudi abai terhadap batasan ini.

"Mayoritas SUV besar menggunakan sasis ladder frame, di mana bodi dan sasis tidak menyatu melainkan terpisah dan bodi diletakkan di atas sasis," jelas Sony. Struktur ini membuat kendaraan menjadi lebih jangkung dan tinggi, sehingga "gejala limbung atau bouncing yang terjadi jauh lebih besar." Konsekuensinya, memacu SUV semacam ini pada kecepatan tinggi sangat berisiko menyebabkan selip, bahkan terguling, terutama saat menghadapi terpaan angin kencang dari depan atau samping.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar