Cerita.co.id, Jakarta – Setelah mencuri perhatian pasar dengan Atto 1, BYD berjanji akan menghadirkan lebih banyak mobil listrik dengan harga terjangkau di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen untuk membuat teknologi ramah lingkungan dapat diakses oleh lebih banyak konsumen di Tanah Air.
Liu Xueliang, General Manager Sales Division BYD Asia Pasifik, mengakui bahwa mobil listrik entry level sangat diminati di Indonesia. Kesuksesan Atto 1, yang bahkan sempat dibanderol di bawah Rp 200 juta dan mencatatkan penjualan 17 ribuan unit dalam dua bulan, menjadi bukti nyata.
"BYD Atto 1 di Indonesia mendapat banyak perhatian dan mencetak rekor permintaan dari konsumen," ujar Liu Xueliang dalam sebuah kesempatan di Zhengzhou, Henan, China. "Ini mendorong BYD untuk mengenalkan lebih banyak lagi mobil murah dan bisa dijangkau banyak orang di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, termasuk 2026."

Related Post
Lebih lanjut, Liu memastikan bahwa pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, akan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun ini. Hal ini membuka peluang besar bahwa mobil-mobil listrik terjangkau yang akan datang akan berstatus "buatan lokal".
"Pada akhir 2025, kami akhirnya telah menuntaskan seluruh komitmen kami. Kami sudah mendapat sertifikasi termasuk SS (sertifikat standar) untuk pabrik BYD Subang," jelasnya. "Kami sudah memiliki jadwal (peresmian pabrik Subang) dengan mempercepat prosesnya. Saya masih optimis mobil pertama dari line produksi akan dimulai kuartal pertama 2026," tambahnya.
Meskipun belum ada informasi detail mengenai model apa saja yang akan dibawa ke Indonesia, BYD memiliki sejumlah opsi mobil listrik murah di China, seperti Yuan Up (Atto 2), Qin L, dan e7. Namun, kemungkinan besar harga model-model tersebut akan berada di atas Atto 1. Kita tunggu saja kejutan dari BYD!








Tinggalkan komentar