BYD Pangkas 100 Ribu Karyawan Laba Turun

Dana Sulistiyo

Cerita.co.id melaporkan, raksasa otomotif Tiongkok BYD mengambil langkah efisiensi besar-besaran, memangkas sekitar 100 ribu karyawannya hingga tahun 2025. Keputusan drastis ini mengejutkan banyak pihak, mengingat perusahaan justru mencatat rekor pendapatan dan pengiriman kendaraan yang impresif.

Pemangkasan tenaga kerja ini, yang diperkirakan mengurangi jumlah karyawan menjadi sekitar 870 ribu orang atau turun sekitar 10 persen dari total sebelumnya, bukanlah akibat penurunan permintaan pasar. Menurut laporan Carnewschina, langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengelola biaya. Ini juga mencerminkan fase baru persaingan di industri kendaraan listrik global, di mana produsen mulai bergeser fokus pada profitabilitas dan optimalisasi bisnis.

BYD Pangkas 100 Ribu Karyawan Laba Turun
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ironisnya, di tengah upaya efisiensi ini, performa bisnis BYD justru mencapai puncak baru. Berdasarkan laporan NBD, pada tahun 2025, BYD membukukan pendapatan fantastis sebesar 8.039,6 miliar yuan dengan total pengiriman mencapai 4,60 juta unit kendaraan. Angka ekspor juga menembus 1,05 juta unit, menandai rekor pertama kalinya merek Tiongkok ini melampaui satu juta unit penjualan di pasar global.

COLLABMEDIANET

Namun, di balik rekor penjualan dan pendapatan yang melonjak, laba bersih BYD justru mengalami penurunan sekitar 19 persen, menjadi 326,2 miliar yuan. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan harga yang ketat di pasar kendaraan energi baru (NEV) domestik yang sangat kompetitif, serta investasi besar-besaran perusahaan dalam riset dan pengembangan teknologi mutakhir.

BYD sendiri tetap agresif dalam inovasi. Anggaran riset dan pengembangan perusahaan mencapai 634 miliar yuan, difokuskan pada elektrifikasi, sistem baterai, dan pengembangan infrastruktur pengisian daya. Untuk mendukung ekspansi globalnya, pada Maret 2026, BYD meluncurkan teknologi baterai terbarunya, Blade Battery 2.0 dengan Flash Charging 2.0, yang diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam lima menit.

Meskipun sempat mengalami penurunan penjualan domestik sebesar 41 persen pada Februari 2026 karena faktor musiman, BYD optimis bahwa penurunan ini hanya bersifat sementara. Perusahaan menargetkan penjualan ekspor mencapai 1,5 juta unit pada tahun 2026, menunjukkan ambisi global yang tak tergoyahkan di tengah strategi bisnis yang penuh perhitungan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar