Cerita.co.id – Para pemilik kendaraan roda empat kini harus meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di area publik. Sebuah modus kejahatan baru kini tengah marak menyasar pengendara mobil, yakni dengan memanfaatkan kelengahan korban melalui skema laporan ban bocor palsu. Pelaku biasanya berpura-pura menjadi orang asing yang berniat baik, namun sebenarnya sedang mengincar barang berharga di dalam kabin mobil Anda.
Salah satu kasus yang sempat viral terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam kejadian tersebut, pelaku yang menggunakan sepeda motor mendekati pengendara mobil dan memberikan informasi bahwa ban kendaraan tersebut dalam kondisi kempis atau bocor. Padahal, secara fisik ban mobil tersebut dalam keadaan normal dan baik-baik saja.
Saat korban merasa panik dan terburu-buru untuk memeriksa kondisi ban, pelaku memanfaatkan momen tersebut untuk mendekati mobil. Begitu pintu mobil terbuka atau korban lengah saat turun, pelaku dengan cepat mengambil barang-barang berharga milik korban. Polsek Metro Penjaringan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait aksi kriminal ini guna mengidentifikasi pelaku yang menggunakan dua sepeda motor dalam aksinya.

Related Post
Untuk menghindari menjadi korban berikutnya, para ahli keselamatan berkendara menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi kendaraan. Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menjelaskan bahwa pengendara harus memiliki insting yang kuat terhadap kondisi mobilnya sendiri. Dengan memahami karakteristik kendaraan, Anda tidak akan mudah tertipu oleh laporan palsu dari orang asing di jalanan.
Lantas, bagaimana cara membedakan ban yang benar-benar bocor dengan ban yang sebenarnya normal? Menurut Sony, ada lima tanda utama yang bisa dirasakan jika ban mobil memang mengalami masalah:
Pertama, arah kemudi akan berubah. Setir akan terasa menarik ke satu sisi, yaitu ke arah ban yang mengalami kebocoran. Kedua, laju kendaraan akan terasa lebih berat dari biasanya saat diakselerasi. Ketiga, bodi mobil akan terasa tidak stabil atau mengalami bouncing (memantul) saat melaju. Keempat, jika ban sudah sangat kempis, mobil akan mengalami yawing atau sulit dikontrol arahnya. Terakhir, akan terdengar suara abnormal, seperti suara mesin helikopter yang berasal dari area roda.
Jika Anda merasakan salah satu tanda tersebut, jangan panik. Segera cari tempat yang ramai dan aman untuk melakukan pengecekan. Pastikan seluruh pintu mobil terkunci rapat sebelum Anda turun untuk memeriksa kondisi ban. Jangan pernah berhenti di tempat yang sepi atau gelap hanya karena merasa takut ban rusak, karena risiko kehilangan barang jauh lebih besar daripada risiko kerusakan ban. Tetap waspada dan selalu prioritaskan keamanan saat berkendara.








Tinggalkan komentar