Suzuki Punya Jalan Sendiri

Dana Sulistiyo

Suzuki Punya Jalan Sendiri

Cerita.co.id, Jakarta – Di tengah sengitnya persaingan pasar otomotif Indonesia yang kian memanas, terutama dengan munculnya strategi ‘perang harga’ dari sejumlah merek Jepang, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) justru memilih jalur berbeda. Suzuki menyatakan belum tertarik untuk ikut serta dalam tren pemangkasan harga, sebuah sikap yang diungkapkan langsung oleh Donny Saputra, Deputy Marketing Director PT SIS, di sela-sela pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

Donny Saputra menjelaskan bahwa Suzuki menghormati langkah yang diambil oleh merek-merek lain. Ia meyakini bahwa setiap keputusan strategis, termasuk penyesuaian harga, pasti didasari oleh kebutuhan dan kondisi internal masing-masing perusahaan. "Kami di Suzuki memiliki pandangan yang sedikit berbeda dengan rekan-rekan merek Jepang lainnya. Saya yakin mereka telah mempertimbangkan dengan matang setiap langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan kondisi spesifik mereka," ujar Donny.

Suzuki Punya Jalan Sendiri
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, Donny menegaskan bahwa fokus Suzuki melampaui sekadar penjualan jangka pendek. Menurutnya, proses penjualan adalah sebuah perjalanan panjang yang mencakup akuisisi hingga konsumsi produk. "Jika merek lain memilih jalur perang harga, itu adalah ranah mereka. Kami lebih memilih untuk berfokus pada pemberian nilai maksimal kepada konsumen, baik saat mereka melakukan pembelian maupun setelahnya, dalam fase pascapembelian," jelasnya.

COLLABMEDIANET

Ia menambahkan, "Kami sangat memperhatikan bagaimana nilai-nilai ini dapat tersampaikan dengan baik kepada konsumen. Suzuki telah hadir di Indonesia sejak tahun 70-an, dan membangun kepercayaan konsumen selama puluhan tahun bukanlah perkara mudah. Akan sangat sulit bagi kami untuk memulihkan kepercayaan tersebut jika sampai kami mencederainya."

Sebagai informasi, beberapa merek Jepang memang terlihat mulai menyesuaikan strategi harga mereka. Honda, misalnya, menghadirkan pembaruan pada WR-V dengan penyesuaian harga yang kompetitif. Sementara itu, Toyota meluncurkan varian yang lebih terjangkau untuk model populer seperti Yaris Cross Hybrid dan Alphard, memperluas jangkauan pasar mereka.

Meskipun pendekatan ini tidak seagresif merek-merek asal China yang kerap secara terbuka mengusung perang harga, langkah-langkah tersebut jelas mengindikasikan bahwa persaingan harga di pasar otomotif Indonesia semakin ketat dan dinamis. Suzuki, dengan filosofi jangka panjangnya, tampaknya memilih untuk tetap teguh pada kualitas produk dan kepercayaan konsumen sebagai fondasi utama strateginya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar