Sumber Cerita.co.id melaporkan, kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi untuk pembelian motor listrik menuai kritik pedas dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Organisasi tersebut menilai program tersebut justru menambah beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
MTI menilai subsidi motor listrik kontraproduktif. Ketua Umum MTI, Tory Damantoro, menyatakan kebijakan ini sebagai "beban baru bagi rakyat" di saat daya beli masyarakat sedang melemah dan inflasi menekan. Alih-alih menjadi solusi, subsidi ini justru mendorong konsumsi baru yang membebani keuangan masyarakat.

"Di tengah tabungan masyarakat yang menipis, pemerintah malah mendorong pengeluaran baru melalui subsidi motor listrik," tegas Damantoro. Ia mendesak pemerintah untuk menghentikan program tersebut dan mengalokasikan anggaran ke sektor yang lebih prioritas, khususnya angkutan umum.

Related Post
Senada dengan Damantoro, Wakil Ketua MTI, Djoko Setijowarno, menyebut kebijakan ini salah sasaran dan salah waktu. Menurutnya, masyarakat membutuhkan stimulus untuk meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja, bukan barang konsumtif seperti motor listrik yang malah menambah liabilitas berupa cicilan dan biaya perawatan. "Motor listrik tidak menjawab kebutuhan masyarakat akan peningkatan pendapatan dan lapangan kerja," tandasnya.
MTI juga menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan angkutan umum yang hingga kini belum terealisasi. Mereka menilai, fokus pemerintah seharusnya tertuju pada peningkatan kualitas dan aksesibilitas angkutan umum, bukan pada subsidi kendaraan pribadi.









Tinggalkan komentar