Sumber Cerita.co.id melaporkan situasi mencekam yang tengah melanda industri motor listrik dalam negeri. Di saat antusiasme masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan semakin meningkat, program subsidi pemerintah yang menjadi penopang utama penjualan justru mandek sejak Desember 2024. Akibatnya, para produsen kini harus berjuang mati-matian demi bertahan hidup, bahkan sampai harus merogoh kocek sendiri untuk memberikan subsidi.
Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran besar. Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), tampak terhambat oleh birokrasi yang berbelit. Sementara itu, di lapangan, produsen seperti Polytron terpaksa menanggung beban tambahan dengan memberikan subsidi dari dana internal perusahaan. Langkah ini jelas berisiko besar dan mengancam keberlangsungan usaha mereka.

Ketika ditanya mengenai nasib subsidi yang ditunggu-tunggu, Direktur Industri Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, hanya memberikan jawaban standar: "Usulan-usulan datang dari industri. Usulan itu dibahas bersama pimpinan asosiasi dan kementerian atau lembaga terkait," ujarnya di Jakarta, Senin (25/8). Jawaban yang terkesan normatif dan tak memberikan kepastian bagi para pelaku industri.

Related Post
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan adopsi motor listrik di Indonesia. Apakah janji-janji yang telah dilontarkan selama ini hanya tinggal janji? Nasib industri motor listrik nasional kini berada di ujung tanduk, menunggu keputusan pemerintah yang hingga kini masih belum jelas. Ketidakjelasan ini berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi industri dan dapat menghambat pertumbuhan sektor kendaraan listrik di Indonesia.









Tinggalkan komentar