Cerita.co.id melaporkan, angin segar kembali berembus bagi industri dan pengguna kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Pemerintah dikabarkan akan kembali memberlakukan insentif untuk kendaraan ramah lingkungan ini, namun dengan skema yang lebih terfokus dan menarik perhatian: keterkaitannya dengan pengembangan mobil dan motor nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah mengonfirmasi rencana strategis ini, menandai babak baru dukungan pemerintah terhadap ekosistem EV dalam negeri.
Kebijakan ini tidak terlepas dari ambisi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian di sektor otomotif. Proyek mobil dan motor nasional, khususnya yang mengadopsi teknologi listrik, sedang digarap serius. Bahkan, motor listrik nasional disebut-sebut akan segera diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat, menjadi salah satu wujud nyata komitmen ini. Airlangga menegaskan bahwa program insentif akan tetap dilaksanakan, dengan penekanan pada produk-produk kebanggaan bangsa.
"Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional," jelas Airlangga, seperti dikutip Cerita.co.id. Ketika ditanya lebih lanjut mengenai penerima insentif, apakah individu pembeli atau perusahaan produsen, Airlangga hanya menjawab singkat, "Mobil dan motor listrik nasional." Pernyataan ini mengindikasikan fokus pemerintah pada dorongan produksi dan penggunaan produk dalam negeri sebagai tulang punggung pengembangan EV.

Related Post
Sepanjang tahun 2026 ini, program insentif untuk kendaraan listrik memang sempat vakum. Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) telah berakhir pada Desember 2025, begitu pula pembebasan bea masuk untuk mobil listrik impor. Akibatnya, beberapa model mobil listrik mengalami kenaikan harga, menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan pelaku industri.
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah memastikan bahwa dukungan insentif untuk industri kendaraan listrik akan terus berlanjut, meskipun dengan penyaluran yang lebih selektif. "Motor listrik masih ada insentif nanti, tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," ungkap Purbaya beberapa waktu lalu di Kementerian Keuangan.
Purbaya menambahkan, saat ini pihaknya masih menanti masukan dari Kementerian Perindustrian dan Danantara. Kedua lembaga tersebut memiliki peran krusial dalam menentukan arah penyaluran subsidi, baik untuk mobil maupun motor listrik. "Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara. Karena dia yang diminta menentukan kemana subsidinya, untuk mobil juga kita tunggu masukan," pungkasnya. Langkah ini menunjukkan pendekatan yang lebih strategis dan terukur dalam memberikan dukungan, demi mendorong kemandirian dan daya saing industri EV nasional.









Tinggalkan komentar