Cerita.co.id – Fenomena modifikasi kendaraan niaga menjadi motorhome kian diminati, dan Toyota Rangga membuktikan diri sebagai kanvas yang sempurna. Sebuah proyek ambisius dari rumah modifikasi Baze berhasil menyulap pikap tangguh ini menjadi ‘rumah berjalan’ mewah dengan fasilitas lengkap, menelan biaya fantastis mencapai Rp 800 juta.
Secara visual, ubahan pada Toyota Rangga ini sangat mencolok. Dimensinya kini terlihat jauh lebih bongsor, hasil dari perancangan ulang kabin belakang yang kini berfungsi sebagai ruang hunian yang nyaman. Tak hanya itu, bagian buritan kendaraan juga dilengkapi dengan dudukan khusus yang mampu membawa dua unit sepeda gunung (MTB), menjadikannya pilihan ideal bagi para petualang yang gemar menjelajahi alam terbuka dan beraktivitas di luar ruangan.
Memasuki area interior, kesan layaknya sebuah campervan modern langsung menyambut. Tersedia kasur nyaman yang cukup untuk beristirahat, dilengkapi dengan berbagai ruang penyimpanan (storage) yang dirancang efisien untuk menampung segala perlengkapan perjalanan. Kebutuhan kuliner selama di perjalanan pun tak luput dari perhatian; Baze menyematkan kitchen set fungsional lengkap dengan sink, memungkinkan penghuni untuk memasak hidangan favorit mereka. Yang lebih menarik, motorhome berbasis Rangga ini bahkan sudah dilengkapi dengan toilet kering portabel. Fitur ini menjadi nilai tambah krusial, terutama saat berpetualang di lokasi yang minim fasilitas umum, menjamin kenyamanan dan privasi.

Related Post
Mengenai kapasitas, motorhome ini dirancang untuk menampung empat orang. Aziz Firmansyah, Marketing Communication Baze, menjelaskan saat ditemui di arena IIMS 2026, JIExpo, Kemayoran, Jakarta (12/2/2026), "Dari sisi kapasitas, motorhome ini dirancang buat menampung empat orang, terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak. Dua orang dewasa bisa tidur di atas dan dua anak-anak bisa tidur di sofabed." Penataan ruang tidur yang cerdas ini memaksimalkan fungsi kabin secara optimal.
Proses pengerjaan modifikasi yang komprehensif ini memakan waktu sekitar enam bulan. Setiap detail perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keamanan secara menyeluruh selama perjalanan. Meskipun telah bertransformasi menjadi kendaraan rekreasi, penting untuk diingat bahwa basisnya tetaplah kendaraan niaga. Oleh karena itu, motorhome ini wajib menjalani uji KIR untuk memastikan kelayakan jalan dan keselamatan sesuai regulasi yang berlaku, memberikan ketenangan bagi pemiliknya saat berpetualang.









Tinggalkan komentar