Cerita.co.id melaporkan, Bridgestone Indonesia siap menggebrak pasar kendaraan listrik (EV) di Tanah Air. Mulai tahun 2026, raksasa ban global ini akan secara signifikan meningkatkan produksi ban khusus untuk mobil listrik di pabriknya yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Langkah strategis ini menandai komitmen kuat Bridgestone dalam mendukung percepatan ekosistem EV di Indonesia.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, mengungkapkan bahwa peningkatan kapasitas produksi ini akan didukung oleh adopsi "Sponge Technology" terbaru. Teknologi inovatif ini memang dirancang khusus untuk memenuhi karakteristik unik dan kebutuhan performa mobil listrik. "Mulai tahun 2026, pabrik kami di Karawang akan mulai menggunakan teknologi baru yaitu sponge technology," jelas Mukiat.
Mukiat menambahkan bahwa keputusan ini didasari oleh tren permintaan mobil listrik yang terus meningkat. Bridgestone akan fokus pada pengembangan dan produksi ban yang sesuai untuk model-model EV yang diprediksi akan menjadi "best-selling" di pasar. "Ke depannya, kami akan mengamati model mana yang berpotensi menjadi best-selling, dan kami akan meluncurkan ban yang memenuhi kriteria tersebut," imbuhnya.

Related Post
Tidak hanya itu, Bridgestone juga memiliki pandangan optimis terhadap proyeksi pasar EV di masa mendatang. Mukiat memprediksi bahwa pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia bisa mencapai 20% dalam beberapa tahun ke depan, meningkat dari sekitar 14-15% pada tahun lalu. Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan ini sangat bergantung pada kebijakan dan insentif yang akan diberikan oleh pemerintah.
Meskipun peningkatan produksi besar-besaran dimulai pada 2026, Mukiat memastikan bahwa Bridgestone sebenarnya telah memproduksi ban dengan teknologi sponge ini sejak tahun ini. Ia juga menegaskan bahwa kualitas dan durabilitas ban Bridgestone tidak perlu diragukan. "Kalau ban-nya, kita mulai tahun ini, kita sudah produksi ban dengan teknologi sponge. Kalau soal durabilitas, tentunya Bridgestone tidak perlu dikhawatirkan," tegas Mukiat.
Lebih lanjut, Mukiat menjelaskan bahwa kualitas produk Bridgestone selalu melampaui standar yang ditetapkan, baik Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun Japanese Industrial Standards (JIS). Ia membeberkan proses kontrol kualitas ketat yang dilakukan di laboratorium mereka. Secara acak, sampel dari setiap batch produksi akan diambil dan diuji melalui lima tes berbeda. Jika ada satu batch yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, seluruh ban dalam batch tersebut akan langsung di-scrap.
Langkah ambisius Bridgestone ini juga bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-50 perusahaan di Indonesia, serta perannya sebagai Official Tire pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.









Tinggalkan komentar