Pikap India Gemparkan RI

Dana Sulistiyo

Pikap India Gemparkan RI

Cerita.co.id melaporkan bahwa Indonesia bersiap menyambut gelombang besar kendaraan niaga ringan. Sebanyak 105.000 unit pikap buatan India dijadwalkan masuk ke Tanah Air, khusus untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih. Langkah ini diinisiasi oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai importir utama.

Dua raksasa otomotif India, Mahindra & Mahindra serta Tata Motors, menjadi pemasok utama proyek ambisius ini. Mahindra & Mahindra akan mengirimkan 35.000 unit pikap Scorpio. Sementara itu, Tata Motors akan berkontribusi lebih besar dengan 70.000 unit, yang terbagi rata menjadi 35.000 unit pikap Yodha dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7. Lalu, seperti apa detail spesifikasi dari ketiga kendaraan yang akan membanjiri jalanan Indonesia ini?

Pikap India Gemparkan RI
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Mahindra Scorpio Pikap: Tangguh di Segala Medan

COLLABMEDIANET

Pikap Scorpio dari Mahindra, yang diproduksi di pabrik Nashik, India, telah dikenal luas di pasar global. Kendaraan ini diklaim unggul dalam ketahanan, kapasitas muatan, serta efisiensi biaya operasional. Reputasinya sebagai pilihan ideal untuk melibas jalur pedesaan hingga medan pertanian yang berbatu menjadikannya kandidat kuat untuk Koperasi Merah Putih.

Di Indonesia sendiri, Scorpio pikap bukanlah pendatang baru; model ini sudah diperkenalkan sejak 2019 melalui kerja sama Mahindra & Mahindra Ltd dengan RMA Indonesia. Ditenagai mesin 2.2L mHawk berstandar Euro4, Scorpio mampu menghasilkan daya 140 PS dan torsi puncak 320 Nm, dipadukan dengan transmisi manual 6-percepatan. Fitur kenyamanan seperti AC, audio 2DIN, power window, follow me headlamps, hingga cruise control turut melengkapi. Dari sisi keamanan, tersedia 2 airbag, ABS, central locking dengan remote, dan boltable crash bar.

Tata Yodha Pikap: Fleksibel dengan Berbagai Pilihan

Selanjutnya, dari lini Tata Motors, hadir pikap Yodha yang menawarkan beragam varian dengan spesifikasi berbeda, termasuk opsi bahan bakar diesel dan CNG. Model Yodha CNG, misalnya, mengusung mesin Tata 4SP SGI NA CNG yang sanggup memuntahkan tenaga 74 hp dan torsi 200 Nm, dengan kecepatan maksimal 80 km/jam.

Sementara itu, varian Yodha 1700, Yodha 2.0, dan Yodha 1200 dibekali mesin Tata 2.2L Varicor turbo, menghasilkan tenaga 100 hp dan torsi 250 Nm, menjanjikan performa yang handal untuk berbagai kebutuhan. Fleksibilitas ini membuat Yodha menjadi pilihan menarik untuk Koperasi Merah Putih yang mungkin memiliki kebutuhan operasional beragam.

Tata Ultra T.7 Light Truck: Truk Ringan Bertenaga

Terakhir, ada truk ringan Ultra T.7, juga dari Tata Motors. Kendaraan ini ditenagai mesin 4SP BS6 Phase 2 TCIC berkapasitas 2.956 cc. Versi ringan Ultra T.7 mampu menghasilkan daya 100 PS dan torsi 300 Nm. Untuk kenyamanan pengemudi, setir sudah dilengkapi fitur Tilt dan Telescopic, serta kapasitas tangki bahan bakar yang mencapai 90 liter, memastikan daya jelajah yang memadai.

Impor Pikap India: Kontroversi di Tengah Kemampuan Lokal

Namun, rencana masif impor pikap ini sontak memicu tanda tanya besar di kalangan industri otomotif nasional. Pasalnya, Indonesia memiliki kapasitas produksi kendaraan pikap yang sangat mumpuni, mencapai sekitar 1 juta unit per tahun. Sejumlah pabrikan besar seperti PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile telah terbukti mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, turut menyuarakan kekhawatirannya. Menurut Agus, jika seluruh kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui impor, maka potensi nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Ia memperkirakan, pemenuhan kebutuhan ini oleh industri dalam negeri dapat menciptakan dampak ekonomi positif hingga Rp 27 triliun, sekaligus memperkuat industri nasional dan menciptakan lapangan kerja di Tanah Air.

Kendati demikian, Agus Gumiwang juga mengakui adanya keterbatasan. Ia menjelaskan bahwa saat ini, Indonesia belum memproduksi tipe kendaraan pikap dengan spesifikasi penggerak empat roda (4×4) yang dirancang khusus untuk medan sangat berat, seperti di area pertambangan dan perkebunan. Debat antara pemenuhan kebutuhan melalui impor versus optimalisasi produksi dalam negeri ini menjadi sorotan penting, mengingat potensi besar industri otomotif nasional yang siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar