Sumber Cerita.co.id melaporkan persaingan sengit antara mobil listrik murni (BEV) dan mobil hybrid plug-in (PHEV) di China, pasar otomotif terbesar dunia. Selama ini, BEV dianggap sebagai raja jalan raya masa depan, simbol teknologi ramah lingkungan. Namun, PHEV, yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, tengah melakukan kudeta.
Data menunjukkan lonjakan dramatis pangsa pasar PHEV di China. Dari 23% pada 2022, angka ini meroket hingga 42% pada 2024, hampir menguasai setengah pasar kendaraan listrik. Keberhasilan ini berbanding terbalik dengan tren di Eropa, di mana PHEV justru mengalami penurunan pangsa pasar.

Keberhasilan PHEV di China tak lepas dari kebijakan pemerintah yang selama ini mendukungnya. Namun, plot twist kini muncul. Pemerintah China, yang sebelumnya menjadi "sponsor" PHEV, tampaknya akan mengubah strategi. Apakah ini pertanda berakhirnya dominasi PHEV dan kembalinya takhta kepada BEV? Pertarungan belum usai, dan masa depan kendaraan listrik di China masih menjadi misteri. Cerita.co.id akan terus memantau perkembangannya.

Related Post








Tinggalkan komentar