Penerima Insentif EV Terungkap

Penerima Insentif EV Terungkap

Cerita.co.id – Kabar gembira bagi industri otomotif dan calon pemilik kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memberikan sinyal kuat terkait kriteria penerima insentif kendaraan listrik (EV) yang sangat dinanti. Fokus utama adalah produk-produk yang memberikan nilai tambah signifikan bagi perekonomian nasional.

Agus Gumiwang menekankan bahwa skema insentif ini dirancang untuk mendorong produk EV, baik roda empat maupun roda dua, yang memiliki "nilai tambah tinggi" di Tanah Air. Ini berarti produk yang menunjukkan pendalaman struktur industri yang kuat, serta sejalan dengan visi program mobil atau motor listrik nasional.

Penerima Insentif EV Terungkap
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pasti fokus dari penerima insentif mobil atau kendaraan berbasis EV, baik itu roda empat maupun motor, merupakan produk-produk yang memang menciptakan nilai tambah yang tinggi di Indonesia. Artinya pendalaman strukturnya kuat, tapi juga yang tidak kalah penting yang merupakan program mobil nasional atau merupakan program motor listrik nasional," ujar Agus.

COLLABMEDIANET

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah membocorkan jadwal pengumuman dan cakupan insentif tersebut. Purbaya menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan secara langsung meluncurkan stimulus ini dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Insentif ini diperkirakan akan menyasar hingga 500.000 unit kendaraan, meliputi motor dan mobil listrik.

Mengenai bentuk insentif, Purbaya merinci bahwa pemerintah akan menanggung 100 persen Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kendaraan listrik tertentu. Selain itu, ada pula insentif sebesar 40 persen yang akan diberikan untuk jenis kendaraan listrik spesifik. Pernyataan ini disampaikan Purbaya saat menjadi pembicara di Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) di ICE BSD, Tangerang.

Skema detail, termasuk perbedaan perlakuan untuk baterai berbasis nikel dan litium, masih dalam tahap finalisasi perhitungan. "Yang baterai nickel base sama lithium base agak beda sedikit," lanjut Purbaya, mengindikasikan bahwa jenis teknologi baterai akan menjadi salah satu faktor penentu besaran insentif.

Meski demikian, hingga saat ini, konsep final pemberian insentif tersebut masih menunggu rampungnya perhitungan dari Kementerian Keuangan. Menperin Agus Gumiwang menyatakan kesiapan kementeriannya untuk mendukung penuh koridor dan konsep yang akan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Dengan janji pengumuman langsung dari Presiden dan kriteria yang semakin jelas, masyarakat dan pelaku industri kini menantikan detail lengkap dari stimulus yang diharapkan mampu mengakselerasi adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar