Parkir Jakarta Geger

Parkir Jakarta Geger

Cerita.co.id – Isu penyesuaian tarif parkir di Ibu Kota kembali mencuat, memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memang tengah mengkaji ulang besaran tarif parkir kendaraan, namun kepastian angka finalnya masih menjadi misteri di tengah rumor yang beredar luas.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membenarkan adanya pembahasan serius mengenai rencana ini. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil Pemprov akan melalui pertimbangan matang, termasuk mencari harga yang paling wajar dan tidak memberatkan. "Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal, termasuk berapa harga yang wajar," ujar Pramono di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari detikNews, Selasa (25/8).

Parkir Jakarta Geger
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Terkait angka fantastis Rp 60 ribu per jam yang sempat viral dan menjadi buah bibir, Pramono Anung dengan tegas membantah bahwa itu berasal dari Pemprov DKI Jakarta. "Rp 60 ribu ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta. Saya sendiri tidak tahu angkanya dari mana," jelasnya, menekankan bahwa pembahasan masih jauh dari penetapan angka tersebut. Ia bahkan baru mengetahui angka tersebut setelah menjadi viral di media sosial.

COLLABMEDIANET

Di sisi lain, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, memberikan sedikit gambaran mengenai usulan yang beredar. Ia menyebut adanya sistem zonasi, di mana kawasan dengan nilai ekonomi tinggi seperti SCBD, Menteng, Senayan, hingga wilayah Jakarta Selatan berpotensi dikenakan tarif lebih mahal. Angka Rp 60 ribu per jam memang sempat disebut sebagai ambang batas usulan untuk zona-zona tersebut dalam pembahasan awal.

Namun, Jupiter sendiri justru menolak keras usulan tarif setinggi itu. Menurutnya, angka tersebut "terlalu memberatkan masyarakat," bahkan ia menyebutnya "tidak masuk akal, ngawur itu." Ia berpendapat bahwa menaikkan tarif parkir secara drastis bukanlah satu-satunya cara untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta.

"Maksudnya, untuk cara meningkatkan PAD itu bukan begitu caranya. Masih banyak dari yang saya sampaikan tadi. Sebenarnya masih banyak yang bisa kita lakukan," terang Jupiter, menyarankan agar Pemprov mencari solusi yang lebih "enak" dan tidak "mencekik masyarakat dalam kondisi saat ini." Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai besaran tarif parkir baru, dan angka Rp 60 ribu per jam dipastikan bukan angka resmi yang akan diberlakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar