Pagar JK Roboh Waspada Kantuk

Dana Sulistiyo

Pagar JK Roboh Waspada Kantuk

Cerita.co.id mengabarkan, pagar kediaman mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan signifikan setelah ditabrak sebuah mobil jenis Hyundai Santa Fe. Insiden yang terjadi pada Rabu dini hari (18/2) ini diduga kuat dipicu oleh kondisi pengemudi yang mengantuk.

Berdasarkan pantauan visual, pagar berwarna hitam tersebut tampak tidak lagi berdiri tegak di tempatnya, bahkan telah dipindahkan ke area pos sekuriti. Beberapa struktur besi terlihat lepas, dan batu penopang pagar pun terangkat dari posisinya, menunjukkan dampak tabrakan yang cukup keras.

Pagar JK Roboh Waspada Kantuk
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kompol Murodih, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.45 WIB. Pengemudi mobil, seorang wanita berusia 35 tahun berinisial HP, diduga kehilangan kendali akibat rasa kantuk. "Penabrak mungkin ngantuk kali dia jadi out of control," ujar Murodih. Pihak kepolisian menyatakan akan memfasilitasi mediasi untuk penyelesaian kerusakan yang terjadi. Meskipun demikian, pendalaman lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti, meski sejauh ini tidak ada indikasi pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol. Kerusakan pada pagar rumah JK menjadi fokus utama penanganan.

COLLABMEDIANET

Insiden ini kembali menyoroti betapa krusialnya kewaspadaan saat berkendara, terutama terkait bahaya mengemudi dalam kondisi mengantuk. Menurut praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengemudi adalah aktivitas yang menuntut konsentrasi tinggi.

Sony menjelaskan, saat seseorang mengantuk, fungsi otak sedang dalam mode istirahat, yang mengakibatkan hilangnya proses berpikir. Kondisi ini menjadi pemicu utama kecelakaan, bahkan ketika kendaraan tidak melaju dalam kecepatan tinggi. Pusat Kesehatan dan Pencegahan (Centers for Disease Control and Prevention) AS mengidentifikasi beberapa penyebab kantuk, antara lain kurang tidur, gangguan tidur yang tidak diobati, kelelahan akibat aktivitas, atau pengaruh obat-obatan yang dijual bebas.

Dampak kantuk terhadap kemampuan berkendara yang aman meliputi penurunan fokus dan perhatian, reaksi yang melambat, pengambilan keputusan yang buruk, serta risiko mengalami microsleep—kondisi tidur singkat yang seringkali tidak disadari.

Tidak ada zat atau metode di dunia yang dapat menggantikan efek restoratif dari tidur yang cukup. Ketika rasa kantuk mulai menyerang, langkah terbaik adalah segera beristirahat dan menunda aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti menyetir. Sony menghimbau agar pengemudi tidak memaksakan diri berkendara lebih dari tiga jam secara terus-menerus. Istirahat yang optimal sangat diperlukan, dan ia mengingatkan agar tidak hanya bergantung pada fasilitas rest area semata. Keselamatan di jalan raya, pada akhirnya, berawal dari kesadaran pengemudi akan kondisi fisiknya sendiri.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar