Cerita.co.id – Sebuah insiden yang sempat mengejutkan publik terjadi di fasilitas perakitan BYD di Subang, Jawa Barat, ketika kepulan asap tebal membubung tinggi dari area pabrik. Namun, PT BYD Motor Indonesia dengan cepat memberikan klarifikasi, menyebutkan bahwa peristiwa tersebut merupakan insiden kecil yang disebabkan oleh keteledoran pihak kontraktor.
Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menjelaskan bahwa insiden tersebut hanyalah "insiden kecil" yang bermula dari kelalaian oknum kontraktor. "Ada bagian kecil posisi atap itu yang terbakar, sehingga secara dampaknya menyebabkan, karena material tertentu asap yang cukup tebal," ujar Luther saat ditemui di sela-sela peluncuran BYD M6 DM di Jakarta baru-baru ini. Ia menambahkan, api berhasil dipadamkan secara mandiri dalam waktu kurang dari 10 menit, dibantu fasilitas pemadaman yang tersedia. Kepulan asap yang terlihat begitu pekat disebabkan oleh material yang terbakar, yang mayoritas berbahan plastik dan karet.
Meski demikian, Luther menegaskan bahwa operasional pabrik, termasuk persiapan produksi massal dan proses commissioning, sama sekali tidak mengalami kendala atau penundaan. "Sama sekali tidak, tetap berjalan," tegasnya. Bahkan, beberapa unit kendaraan yang telah keluar dari fasilitas tersebut kini sudah mulai digunakan untuk keperluan test drive, menunjukkan bahwa aktivitas produksi berjalan sesuai rencana.

Related Post
Dalam kesempatan yang sama, Luther juga memberikan sinyal kuat terkait status BYD M6 DM (Dual Mode), lini terbaru yang digadang-gadang akan menjadi produk rakitan lokal. Meskipun belum mau berbicara secara gamblang, ia menyatakan, "Seharusnya, saya tidak bicara official ya saat ini. Harusnya iya (sudah diproduksi lokal)." Ia menambahkan bahwa M6 DM secara khusus dipersiapkan untuk pasar Indonesia, dilengkapi dengan komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri, menegaskan komitmen BYD terhadap lokalisasi.
Pabrik BYD di Subang sendiri diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun. Fasilitas ini merupakan pilar penting dari komitmen BYD untuk memproduksi mobil listrik secara lokal di Indonesia, mendukung visi pemerintah dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.








Tinggalkan komentar