Cerita.co.id – Pasar kendaraan listrik dunia kembali diguncang oleh gebrakan terbaru dari raksasa otomotif asal China, BYD. Melalui peluncuran generasi kedua dari model Seagull—atau yang lebih dikenal dengan nama Atto 1 di beberapa pasar global—perusahaan ini tidak hanya membawa pembaruan teknologi, tetapi juga strategi harga yang sangat agresif. Mobil hatchback listrik ini resmi diperkenalkan di Zhengzhou, Henan, China, dengan membawa sejumlah peningkatan signifikan yang membuat para kompetitornya harus waspada.
Yang paling mencuri perhatian publik adalah skema harganya yang justru semakin terjangkau dibandingkan generasi sebelumnya. BYD menawarkan rentang harga mulai dari 65.900 yuan atau jika dikonversikan ke rupiah sekitar Rp177,2 juta, hingga varian tertinggi di angka 99.900 yuan atau setara Rp268 juta. Jika dibandingkan dengan model tahun 2026 sebelumnya yang dibanderol mulai dari Rp187 jutaan, generasi terbaru ini berhasil memangkas harga hingga sekitar Rp10 juta. Langkah ini seolah menegaskan ambisi BYD untuk mendominasi pasar mobil listrik kelas entry-level.
Dari sisi performa, BYD Seagull generasi kedua hadir dengan dua pilihan kapasitas baterai yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Untuk tipe entry level seperti varian Vitality dan Freedom, mobil ini dibekali baterai berkapasitas 30,1 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 320 km berdasarkan standar CLTC. Sementara itu, bagi pengguna yang membutuhkan daya jelajah lebih jauh, tersedia tipe Comfort, Flying, dan Smart yang mengusung baterai 39,2 kWh dengan jarak tempuh mencapai 420 km.

Related Post
Kejutan teknologi juga hadir pada fitur pengisian daya. Tiga varian kelas menengah ke atas yang dibanderol mulai dari Rp204 jutaan kini sudah dilengkapi dengan teknologi flash charging. Teknologi ini memungkinkan pengisian daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu singkat, yakni sekitar 5 menit saja. Hal ini tentu menjadi solusi bagi kekhawatiran pengguna mobil listrik mengenai waktu tunggu saat mengisi daya.
Perubahan paling mendasar terlihat pada sektor dapur pacu. Generasi terbaru ini kini menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD). Perubahan konfigurasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan keuntungan ruang. Dengan sistem RWD, bagian depan mobil kini bisa dimanfaatkan sebagai bagasi depan (frunk) berkapasitas 94 liter. Selain itu, ruang bagasi belakangnya pun sangat fleksibel dan dapat diperluas hingga mencapai 1.380 liter.
Tak hanya soal harga dan ruang, aspek keselamatan dan kecerdasan buatan juga menjadi sorotan. BYD menyematkan sistem bantuan pengemudi canggih, yakni DiPilot 300 berbasis teknologi LiDAR "God’s Eye". Fitur ini memungkinkan mobil melakukan navigasi otomatis baik di area perkotaan maupun jalan tol, mengenali lampu lalu lintas secara presisi, hingga kemampuan menghindari rintangan secara otomatis dalam berbagai skenario berkendara. Dengan kombinasi harga murah dan fitur mewah, BYD Seagull siap menjadi standar baru di kelasnya.









Tinggalkan komentar