Mobil China Mata Mata

Dana Sulistiyo

Mobil China Mata Mata

Cerita.co.id melaporkan, sebuah keputusan mengejutkan datang dari Polandia. Negara di Eropa Timur ini secara resmi melarang seluruh kendaraan bermotor buatan Republik Rakyat Tiongkok memasuki area fasilitas militer yang dilindungi. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran serius bahwa teknologi canggih pada mobil-mobil tersebut berpotensi menjadi alat spionase, mampu mencuri dan menyalahgunakan informasi sensitif.

Keputusan ini, yang diumumkan oleh Kepala Staf Umum Angkatan Darat Polandia, Jenderal Wiesław Kukuła, bukan tanpa dasar. Kolonel Marek Pietrzak, juru bicara Staf Umum Angkatan Darat Polandia, menjelaskan bahwa larangan ini merupakan hasil dari analisis risiko mendalam. Integrasi sistem digital yang semakin kompleks pada kendaraan modern, serta potensi pengambilan dan penggunaan data secara tidak terkendali, menjadi pemicu utama.

Mobil China Mata Mata
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Mobil-mobil masa kini tidak lagi sekadar alat transportasi; mereka adalah "komputer berjalan" yang dilengkapi sensor canggih, kamera resolusi tinggi, dan sistem GPS presisi. Fitur-fitur ini, yang seharusnya meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, justru menimbulkan risiko intelijen yang signifikan, terutama jika data yang dikumpulkan jatuh ke tangan yang salah. Pembatasan ini juga secara spesifik menyasar kendaraan yang memiliki perangkat integral maupun tambahan yang mampu merekam posisi, gambar, atau suara.

COLLABMEDIANET

Langkah protektif Polandia ini datang di tengah lonjakan drastis penjualan mobil Tiongkok di negara tersebut. Menurut data dari lembaga riset pasar otomotif SAMAR, pada Desember 2025 saja, sebanyak 9.821 mobil baru asal Tiongkok terdaftar di Polandia, menunjukkan peningkatan mencengangkan sebesar 427% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang tahun lalu, total 49.161 unit mobil Tiongkok berhasil terjual, dengan pangsa pasar merek Tiongkok mencapai 14,5% dari seluruh mobil penumpang baru yang terdaftar di Polandia pada bulan Desember.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh laporan dari OSW Center for Eastern Studies, yang secara tegas menyatakan bahwa ekspansi "mobil pintar" Tiongkok di Polandia dan negara-negara lain menimbulkan ancaman keamanan nasional yang serius. Analis OSW memperingatkan, "Data yang dikumpulkan oleh kendaraan ini—misalnya saat melintas di dekat fasilitas infrastruktur kritis atau unit militer—bisa sangat berharga bagi dinas intelijen negara-negara lawan." Paulina Uznańska, penulis laporan tersebut, menambahkan bahwa meskipun teknologi semacam ini dikembangkan oleh banyak perusahaan otomotif global, Tiongkok saat ini memimpin dalam inovasi di bidang ini.

Fenomena pembatasan akses kendaraan di area sensitif ini bukanlah hal baru dalam lanskap geopolitik. Sebelumnya, otoritas Tiongkok sendiri pernah membatasi akses kendaraan Tesla buatan Amerika Serikat ke fasilitas militer mereka, dengan alasan serupa: keamanan nasional dan perlindungan data. Di Eropa, Inggris juga telah memberlakukan pembatasan pada kendaraan asal Tiongkok di area-area sensitif. Sementara itu, Israel bahkan telah mencoret mobil-mobil Tiongkok sewaan dari armada yang digunakan oleh para perwira tinggi mereka. Tindakan Polandia ini menggarisbawahi meningkatnya kewaspadaan global terhadap potensi risiko keamanan siber yang tersembunyi dalam teknologi otomotif modern.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar