LCGC Kembali Primadona

Dana Sulistiyo

LCGC Kembali Primadona

Ketidakpastian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia memicu kekhawatiran di kalangan konsumen, mendorong prediksi bahwa segmen Low Cost Green Car (LCGC) akan kembali menjadi primadona. Cerita.co.id melaporkan, Direktur Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, melihat potensi besar bagi mobil-mobil irit BBM ini di tengah gejolak ekonomi yang mungkin terjadi.

Billy menekankan efisiensi bahan bakar sebagai daya tarik utama LCGC. Dengan kemampuan mencapai konsumsi 20 kilometer per liter, kendaraan jenis ini menawarkan solusi penghematan signifikan bagi anggaran rumah tangga. "Ini adalah peluang emas bagi LCGC. Konsumsi BBM yang bisa menembus 20 km/liter menjadikannya pilihan favorit di tengah ketidakpastian harga bahan bakar," jelas Billy dalam sebuah kesempatan di Sunter, Jakarta Utara.

LCGC Kembali Primadona
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

PT Honda Prospect Motor sendiri mengandalkan Honda Brio Satya sebagai jagoan di segmen LCGC. Billy optimistis bahwa dengan inovasi dan penyegaran rutin, seperti peningkatan fitur audio, Brio Satya akan terus menawarkan nilai tambah yang menarik bagi konsumen Indonesia. "Kami berkomitmen untuk terus memberikan nilai lebih pada Brio Satya melalui berbagai penyegaran, memastikan mobil ini tetap relevan dan diminati," tambahnya.

COLLABMEDIANET

Di sisi lain, Billy juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus mencermati dinamika geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah. Dampak dari situasi global ini terhadap harga jual kendaraan di pasar domestik masih dalam kajian mendalam. "Kami terus memantau dan mempelajari setiap perkembangan yang terjadi setiap hari," ujarnya, menegaskan kehati-hatian dalam mengambil keputusan strategis.

Namun, proyeksi kebangkitan LCGC ini datang di tengah tren penurunan yang signifikan. Data menunjukkan, permintaan terhadap LCGC terus merosot dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, penjualan hanya mencapai sekitar 130 ribu unit, anjlok 30 persen dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini juga tercermin dari pangsa pasar yang tergerus, dari 20,1 persen pada tahun 2024 menjadi 15,7 persen di tahun berikutnya.

Meskipun fluktuasi harga BBM memang mendorong konsumen mencari alternatif kendaraan yang lebih hemat dan ramah lingkungan, perlu dicatat bahwa pilihan mereka tidak selalu jatuh pada LCGC. Pasar LCGC kini juga menghadapi persaingan ketat dari kendaraan listrik (EV) yang menawarkan solusi tanpa bahan bakar minyak sama sekali, menjadi ancaman serius bagi dominasi LCGC di segmen mobil hemat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar