Ketegangan Memuncak di Mandalika

Ketegangan Memuncak di Mandalika

Ketegangan di Mandalika Alex Rins vs Marshal

Cerita.co.id – Insiden tak terduga mewarnai gelaran balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok, yang melibatkan pembalap andalan tim Yamaha asal Spanyol, Alex Rins. Ketegangan sempat memuncak di lintasan setelah pembalap tersebut menunjukkan gestur tidak sportif berupa acungan jari tengah kepada petugas sirkuit. Kejadian ini bermula ketika Rins mencoba melintasi jalur evakuasi menggunakan motor flying marshal, namun langkahnya dihalangi oleh petugas yang sedang bertugas.

Ketegangan Memuncak di Mandalika
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Aksi protes keras dari Rins ini sontak memicu perdebatan di kalangan penggemar balap motor dunia. Banyak yang mempertanyakan mengapa petugas di lapangan tidak memberikan kelonggaran bagi pembalap yang tengah dalam kondisi darurat. Namun, di balik drama yang terjadi di lintasan tersebut, terdapat aturan prosedur operasi standar (SOP) yang sangat ketat yang harus dipatuhi oleh seluruh personel sirkuit.

COLLABMEDIANET

Menanggapi kegaduhan tersebut, pakar otomotif sekaligus mantan Direktur Utama MGPA dan pemilik lisensi FIM, Andhi Satria, angkat bicara. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh para marshal di lapangan sudah sangat tepat dan sesuai dengan protokol keselamatan yang berlaku. Andhi menegaskan bahwa menghalangi jalur Rins bukanlah tindakan semena-mena, melainkan bentuk kepatuhan terhadap mekanisme penanganan kecelakaan di area lintasan.

Andhi menjelaskan adanya perbedaan mendasar antara kendaraan yang digunakan oleh petugas dalam insiden tersebut dengan kendaraan pengantar pembalap lainnya. Kendaraan yang digunakan oleh petugas tersebut adalah motor flying marshal, bukan moto taxi. Perbedaan ini sangat krusial dalam operasional sebuah balapan profesional. Jika diperhatikan lebih detail, motor flying marshal dilengkapi dengan peralatan khusus seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di bagian belakangnya untuk mengantisipasi keadaan darurat di lintasan.

"Motor yang digunakan itu adalah motor flying marshal, bukan kendaraan moto taxi. Fungsi keduanya sangat berbeda dalam mendukung operasional balapan, terutama dalam penanganan pebalap yang mengalami insiden," jelas Andhi dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tugas utama flying marshal adalah melakukan pengawasan dan penanganan situasi darurat di lintasan secara cepat. Mereka tidak memiliki wewenang atau tugas untuk mengantarkan pebalap langsung ke garasi atau paddock. Berdasarkan Safety Plan yang telah disetujui oleh Race Director, flying marshal hanya diperbolehkan mengantar pebalap hingga ke titik transit tertentu.

Di titik transit inilah, pembalap akan dipindahkan ke kendaraan penjemputan lain yang memang telah disiapkan oleh penyelenggara untuk proses evakuasi lebih lanjut. Mekanisme ini bertujuan agar kendaraan flying marshal tetap berada di area kerja mereka dan tidak meninggalkan zona pengawasan. Dengan demikian, insiden yang melibatkan Alex Rins ini sebenarnya merupakan bentuk penerapan disiplin aturan keselamatan yang sudah disepakati bersama demi kelancaran seluruh rangkaian perlombaan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar