Karyawan Ferrari Dapat Bonus Ratusan Juta

Dana Sulistiyo

Karyawan Ferrari Dapat Bonus Ratusan Juta

Cerita.co.id melaporkan, di tengah gejolak ekonomi global yang menantang, pabrikan mobil sport legendaris Ferrari justru membawa kabar gembira dari Maranello. Sekitar 5.000 karyawannya di Italia baru-baru ini menerima bonus tahunan fantastis, mencapai €14.900 atau setara dengan Rp 280 jutaan per individu.

Fenomena ini cukup menarik, mengingat secara volume penjualan, Ferrari tidak mencetak rekor baru. Sepanjang tahun lalu, mereka mengirimkan 13.640 unit mobil, sedikit menurun 112 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dalam industri mobil eksotis, kuantitas bukanlah satu-satunya tolok ukur kesuksesan. Margin keuntungan adalah raja.

Karyawan Ferrari Dapat Bonus Ratusan Juta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun unit yang terjual lebih sedikit, laporan keuangan menunjukkan Ferrari berhasil meraup lebih banyak uang. Pendapatan bersih perusahaan melonjak 7 persen menjadi €7,1 miliar, sementara laba operasional mencatat kenaikan impresif 12 persen, mencapai €2,1 miliar. Kombinasi strategi penetapan harga premium, personalisasi eksklusif, dan kontrol ketat terhadap volume produksi terbukti menjadi kunci profitabilitas yang terus meningkat.

COLLABMEDIANET

Bonus kompetitif tahunan ini, yang diumumkan langsung oleh CEO Ferrari, Benedetto Vigna, dibagikan kepada sekitar 5.000 pekerja di negara asal mereka. Nilai bonus tersebut bahkan cukup untuk membeli sebuah mobil baru di Italia, meski tentu saja bukan sebuah Ferrari. Skema insentif berbasis kinerja semacam ini telah menjadi tradisi dan sangat vital untuk menjaga keterlibatan serta retensi talenta terbaik, khususnya di industri yang menuntut presisi tinggi dan keahlian kelas dunia.

Prospek Ferrari ke depan juga tampak sangat cerah. Produksi untuk tahun 2026 dilaporkan sudah ludes terjual, dan buku pemesanan untuk tahun 2027 pun hampir penuh. Dalam beberapa tahun mendatang, Ferrari siap meluncurkan gelombang produk baru, termasuk model listrik murni pertamanya yang dinamai Luce, yang akan debut tahun ini bersama empat model anyar lainnya. Hingga tahun 2030, tidak kurang dari 20 mobil baru dijadwalkan meluncur.

Meski mulai memasuki era elektrifikasi, Ferrari tidak serta-merta meninggalkan mesin pembakaran internal (ICE). Pada akhir dekade ini, sekitar 80 persen modelnya masih akan mengandalkan mesin konvensional, dengan komposisi 40 persen murni ICE, 40 persen hybrid, dan 20 persen kendaraan listrik (EV). Strategi ini jelas: memberikan opsi seluas mungkin kepada konsumen. Bahkan, Chief R&D Officer Ferrari, Ernesto Lasalandra, membuka peluang untuk melampaui rekor output spesifik 296 hp per liter yang pernah dicapai mesin V6 mereka, menunjukkan komitmen terhadap inovasi ICE.

Dengan kombinasi lini ICE yang tetap kuat untuk para purist dan model EV perdana yang siap menarik pasar baru, Ferrari secara cerdik memainkan dua dunia sekaligus, memastikan warisan dan inovasinya terus berlanjut di jalur cepat industri otomotif global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar