Harga BBM Tetangga Bikin Melongo

Dana Sulistiyo

Harga BBM Tetangga Bikin Melongo

Krisis energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah telah memicu gejolak harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di kawasan Asia Tenggara. Fenomena ini menghadirkan pemandangan beragam, dari harga yang masih terjangkau hingga yang melonjak drastis, bahkan mencapai lebih dari Rp 50 ribu per liter. Cerita.co.id mengamati dinamika harga BBM di negara-negara tetangga Indonesia yang kini menjadi sorotan.

Ancaman krisis pasokan BBM, terutama akibat potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran, turut membayangi stabilitas ekonomi di Asia Tenggara. Respons negara-negara di kawasan ini bervariasi; sebagian memilih penyesuaian harga secara berkala, sementara yang lain, seperti Malaysia, memberlakukan pembatasan kuota untuk BBM bersubsidi guna menjaga keberlanjutan pasokan dan daya beli masyarakat.

Harga BBM Tetangga Bikin Melongo
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Singapura Pimpin Harga Termahal

COLLABMEDIANET

Di antara negara-negara tetangga, Singapura menempati posisi teratas dalam daftar harga BBM termahal. Konsumen di negara kota ini harus merogoh kocek sangat dalam, terutama untuk bensin RON 98 yang dibanderol fantastis, mencapai 4,11 dolar Singapura atau setara dengan Rp 54.140 per liter. Angka ini jauh melampaui harga BBM jenis lain di sana, seperti bensin reguler 92 seharga Rp 44.524 per liter, RON 95 seharga Rp 45.051 per liter, dan solar yang mencapai Rp 51.769 per liter, berdasarkan data dari situs resmi Caltex Singapura.

Malaysia dengan Mekanisme Otomatis

Bergeser ke Malaysia, pemerintah setempat menerapkan Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM) untuk menyesuaikan harga BBM non-subsidi secara mingguan. Untuk periode 26 Maret hingga 1 April 2026, bensin RON 95 non-subsidi dihargai Rp 16.340 per liter, sementara RON 97 mencapai Rp 21.744 per liter. Solar dijual seharga Rp 23.306 per liter. Namun, kabar baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah, harga BBM subsidi RON 95 di bawah program BUDI95 tetap dipertahankan stabil di angka Rp 8.402 per liter, menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga daya beli.

Thailand dan Filipina Ikut Menyesuaikan

Thailand juga tidak luput dari gejolak harga minyak global, yang mendorong beberapa kali penyesuaian tarif BBM. Berdasarkan informasi dari Motorist Thailand, harga bensin di SPBU PTT bervariasi, dimulai dari sekitar Rp 16.000-an per liter. Sebagai contoh, Gasohol E85 dibanderol Rp 16.896 per liter, Gasohol E20 seharga Rp 18.576 per liter, dan Gasohol 95 mencapai Rp 21.152 per liter. Sementara itu, solar jenis Diesel B7 dijual sekitar Rp 20.065 per liter.

Di Filipina, konsumen juga dihadapkan pada harga BBM yang relatif tinggi. Bensin RON 91 saat ini dijual seharga Rp 15.916 per liter, RON 95 sedikit lebih mahal di angka Rp 16.337 per liter, dan varian RON 100 yang lebih premium mencapai Rp 19.102 per liter.

Vietnam: Pengecualian dengan Penurunan Harga

Berbeda dengan tren kenaikan di banyak negara, Vietnam justru menjadi pengecualian. Pemerintah Vietnam mengambil langkah berani dengan menurunkan harga BBM berkat kebijakan keringanan pajak bahan bakar. Penyesuaian terbaru menunjukkan bensin E5 RON 92 turun menjadi sekitar Rp 14.984 per liter, sementara RON 95 kini dibanderol sekitar Rp 15.633 per liter. Solar juga mengalami penurunan signifikan, kini dijual sekitar Rp 22.772 per liter, memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakatnya.

Indonesia: Stabilitas di Tengah Gejolak

Di tengah gejolak harga di negara-negara tetangga, Indonesia menunjukkan stabilitas harga BBM yang patut dicatat, setidaknya hingga saat ini belum ada perubahan sejak 1 Maret 2026. Di SPBU Pertamina, harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter, Pertamax Rp 12.300 per liter, dan Pertamax Turbo Rp 13.100 per liter. Bahkan, solar subsidi masih dijual sangat terjangkau di angka Rp 6.800 per liter. Perbandingan ini menyoroti perbedaan kebijakan subsidi dan kondisi pasar yang signifikan antara Indonesia dan tetangganya, memberikan gambaran unik di tengah krisis energi global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar