Cerita.co.id melaporkan, Pertamina secara resmi telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 98 atau Pertamax Turbo di Indonesia. Kenaikan yang diumumkan pada Sabtu, 18 April ini membawa harga Pertamax Turbo menjadi Rp 19.400 per liter, melonjak tajam sebesar Rp 6.300 per liter dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan harga ini sontak memicu pertanyaan publik mengenai posisi harga BBM di Tanah Air jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Meskipun kenaikan harga ini terbilang signifikan dan mengejutkan banyak pihak, data yang dihimpun Cerita.co.id dari berbagai sumber menunjukkan gambaran yang menarik. Ternyata, meski terjadi lonjakan, harga BBM dengan oktan tinggi di Indonesia masih tergolong kompetitif, bahkan menempatkannya sebagai salah satu yang terendah di Asia Tenggara.

Mari kita bandingkan dengan beberapa negara ASEAN lainnya. Di Malaysia, misalnya, meskipun tidak menjual RON 98, mereka memiliki RON 97 yang dibanderol 5,15 ringgit atau setara dengan Rp 22.332 per liter. Serupa dengan Indonesia, Malaysia juga masih mempertahankan harga BBM subsidi untuk jenis tertentu.

Related Post
Situasi berbeda jauh terlihat di Singapura. Negeri Singa ini mencatat harga BBM RON 98 yang paling fantastis di Asia Tenggara. Menurut laman resmi Caltex SG, bensin RON 98 di sana dijual seharga SG$ 4,11, yang jika dikonversi mencapai sekitar Rp 55.464 per liter. Angka ini jauh melampaui harga di Indonesia.
Thailand juga menunjukkan angka yang tidak sedikit. Harga bensin RON 98 di negara tersebut dimulai dari 65,3 baht, atau sekitar Rp 34.845 per liter. Sementara itu, di Filipina, meskipun tidak ada RON 98, mereka menawarkan RON 100. Menariknya, meskipun memiliki angka oktan yang lebih tinggi, harganya relatif setara dengan Pertamax Turbo di Indonesia, yakni 67,9 peso atau sekitar Rp 19.492 per liter.
Dengan demikian, meskipun masyarakat Indonesia merasakan dampak langsung dari kenaikan harga Pertamax Turbo yang cukup besar, secara keseluruhan, harga BBM RON 98 di Indonesia masih berada dalam kategori yang wajar dan bahkan lebih rendah dibandingkan mayoritas negara di Asia Tenggara. Kenaikan yang baru saja diumumkan mungkin mengejutkan, namun perbandingan regional menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia masih relatif diuntungkan dalam konteks harga BBM beroktan tinggi.









Tinggalkan komentar