Ferrari EV Dihujat Habis

Cerita.co.id melaporkan, setelah penantian panjang, mobil listrik pertama dari pabrikan legendaris Ferrari, yang diberi nama Luce EV, akhirnya resmi meluncur ke publik. Namun, alih-alih sambutan hangat dan pujian, kendaraan futuristik ini justru menuai badai kritik, terutama terkait desainnya yang dianggap jauh dari identitas "Il Cavallino Rampante" yang selama ini dikenal.

Kekecewaan paling keras datang dari Luca Di Montezemolo, sosok yang pernah memimpin Ferrari selama dua dekade. Ia tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap Luce EV. Menurutnya, desain mobil ini begitu buruk hingga produsen otomotif Tiongkok pun tidak akan sudi menirunya. "Kita berisiko menghancurkan sebuah legenda," ujar Montezemolo, seperti dikutip dari Politico. Ia bahkan menambahkan, "Saya harap mereka setidaknya melepas logo kuda jingkrak dari mobil tersebut," sebuah pernyataan yang menunjukkan betapa parahnya pandangan mantan petinggi tersebut.

Ferrari EV Dihujat Habis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Desain Luce EV memang tampil radikal dan berbeda dari tradisi Ferrari. Dikerjakan oleh LoveFrom, studio desain milik Jony Ive dan Marc Newson yang sebelumnya sukses merancang ikon seperti iPhone dan Apple Watch, mobil ini menampilkan glass house super bersih, sayap aerodinamis yang seolah melayang di bagian depan dan belakang, serta pintu baris kedua dengan gaya suicide doors layaknya Rolls-Royce. Kaki-kakinya pun tak kalah mencolok, menggunakan velg raksasa berukuran 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, menjadikannya velg terbesar yang pernah terpasang pada mobil jalan raya Ferrari.

COLLABMEDIANET

Di balik kontroversi desain, performa Luce EV tetap mencerminkan keunggulan Ferrari. Ditenagai empat motor listrik, mobil ini mampu menyemburkan tenaga kombinasi sebesar 1.035 HP saat diaktifkan dalam Boost Mode. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam diklaim hanya membutuhkan waktu 2,5 detik saja, sebuah angka yang tetap mengesankan. Perusahaan juga menegaskan bahwa semua komponen dibuat secara mandiri (in-house) untuk memastikan kemudahan perbaikan di masa depan dan melindungi nilai jual kembali kendaraan.

Ferrari Luce EV dibanderol dengan harga 520 ribu euro atau sekitar Rp 12 miliaran dan sudah bisa dipesan di Eropa mulai akhir tahun ini, sementara pasar di luar Eropa baru akan kebagian unitnya tahun depan. Perdebatan seputar Luce EV menyoroti tantangan besar yang dihadapi merek-merek ikonik dalam transisi menuju era kendaraan listrik. Mampukah Ferrari menyeimbangkan inovasi radikal dengan warisan desainnya yang tak lekang oleh waktu, ataukah kritik pedas ini akan menjadi awal dari perubahan paradigma yang lebih besar bagi ‘Kuda Jingkrak’ Maranello?

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar