Cerita.co.id, Jakarta – Pembalap top MotoGP, Marco Bezzecchi, harus menelan pil pahit setelah emosi sesaatnya berujung pada sanksi berat. Ia resmi dilarang tampil di balapan utama MotoGP Ceko pada hari Minggu, menyusul insiden pemukulan terhadap seorang marshal saat sesi sprint race, Sabtu (20/6) lalu.
Insiden yang menggemparkan paddock ini bermula ketika Bezzecchi mengalami kecelakaan tunggal dan terseret keluar lintasan menuju area gravel di Tikungan 3 Sirkuit Brno, Republik Ceko. Kejadian itu terjadi saat balapan sprint menyisakan dua putaran. Ketika seorang marshal bergegas mendekat untuk membantu mengangkat motor Aprilia RS-GP miliknya dari tumpukan kerikil, tanpa sengaja tangan sang petugas menarik tuas gas, menyebabkan raungan mesin yang keras dan mengejutkan.
Melihat hal itu, Bezzecchi yang masih dalam kondisi emosi pasca-kecelakaan, langsung berlari menghampiri motornya untuk mematikan mesin. Ia terlihat mendorong marshal tersebut agar menjauh dari tuas gas. Rekaman dari sudut kamera lain bahkan menunjukkan tangan kanan Bezzecchi sempat mengenai area wajah petugas sirkuit itu. Ironisnya, setelah berhasil mematikan mesin, amarah Bezzecchi tak kunjung mereda. Ia kembali melayangkan pukulan atau tamparan ke arah marshal yang sama. Dalam rekaman audio onboard yang beredar, sang marshal terdengar sempat menjelaskan bahwa ia hanya berniat membantu.

Related Post
Meskipun insiden tersebut tidak sepenuhnya tertangkap kamera siaran langsung utama, rekaman dari kamera onboard motor Bezzecchi serta video amatir yang diunggah penonton segera menyebar luas dan viral di media sosial. Akibat perilaku yang dianggap tidak sportif ini, Steward FIM segera memanggil Bezzecchi untuk sidang pada Sabtu malam, yang kemudian memutuskan sanksi larangan mengikuti balapan utama MotoGP Ceko.
Manajemen Aprilia Racing, yang merupakan tim Bezzecchi, tidak tinggal diam. Dipimpin langsung oleh CEO Massimo Rivola dan Team Manager Paolo Bonora, mereka mengajukan banding. Namun, sidang banding yang berlangsung ketat selama kurang lebih 30 menit di hadapan jajaran Steward FIM—Simon Crafar, Tamara Matko, dan Andres Somolinos—berakhir dengan hasil pahit. Banding yang diajukan pabrikan asal Noale itu ditolak mentah-mentah.
Dalam keterangan resminya, FIM MotoGP Stewards dengan tegas menyatakan bahwa tindakan kekerasan fisik terhadap petugas sirkuit adalah pelanggaran garis merah yang tidak bisa ditoleransi, apa pun alasannya. "Meskipun kami menyadari bahwa pembalap yang terlibat dalam kecelakaan dapat mengalami frustrasi, kekecewaan, dan peningkatan emosi, situasi tersebut tidak dapat memaafkan atau membenarkan agresi fisik yang ditujukan kepada personel sirkuit yang sedang menjalankan tugas resmi mereka," demikian bunyi pernyataan resmi dari Steward FIM.
FIM lebih lanjut menekankan peran krusial marshal sebagai fondasi utama keselamatan dalam ajang balap motor. Mereka adalah garda terdepan yang bekerja di lingkungan berbahaya, bahkan mempertaruhkan nyawa demi melindungi para pembalap. Oleh karena itu, profesi mulia ini harus dihormati dan dilindungi dari segala bentuk intimidasi maupun kekerasan fisik. "Kekerasan fisik terhadap marshal sama sekali tidak dapat diterima dalam dunia motorsport profesional dan tidak akan ditoleransi dalam kondisi apa pun," tegas pernyataan tersebut.
Akibat pencoretan Marco Bezzecchi, yang seharusnya start dari posisi keempat, terjadi pergeseran signifikan pada barisan start balapan utama MotoGP Ceko. Kehilangan kesempatan mendulang poin di Brno ini menjadi kerugian masif bagi Bezzecchi, terutama mengingat posisinya yang saat ini kokoh di puncak klasemen MotoGP dengan 180 poin, hanya unggul 15 poin dari pesaing terdekatnya, Jorge Martin, yang berada di posisi kedua.








Tinggalkan komentar