Cerita.co.id melaporkan, industri otomotif Indonesia menunjukkan taringnya di kancah global. Sebanyak 93 negara menjadi tujuan ekspor mobil "buatan" Indonesia, dengan 10 di antaranya menjadi pelanggan setia terbesar sepanjang tahun 2025. Kinerja ekspor ini mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, membuktikan daya saing produk otomotif nasional di pasar internasional.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, total 518 ribu unit mobil berhasil dikapalkan ke luar negeri pada tahun 2025. Angka fantastis ini menjadi penyelamat di tengah penurunan penjualan domestik. "Tahun lalu itu all-time high, jadi 518 ribu (unit) ekspor kita, setengah juta di saat jualan dalam negeri menurun itu menolong," ujar Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, saat ditemui Cerita.co.id di kantornya pada Kamis (16/4/2026).

Dari puluhan negara tujuan, ada sepuluh pasar yang secara konsisten menjadi pengimpor terbesar. Daftar ini menunjukkan keberagaman pasar, mulai dari tetangga di Asia Tenggara hingga negara-negara di Amerika Latin dan Timur Tengah. Filipina menduduki puncak daftar dengan 173.532 unit.

Related Post
Namun, yang paling menarik perhatian adalah posisi ketiga yang ditempati Meksiko. Negara di benua Amerika ini mengimpor 64.311 unit mobil dari Indonesia, sebuah fakta yang cukup mengejutkan mengingat Meksiko sendiri memiliki industri otomotif yang sangat besar. "Yang menarik itu Meksiko karena apa? Meksiko itu kan produksi industri otomotifnya 3 juta lebih besar dari kita, tapi ternyata mengimpor MPV dari Indonesia karena mungkin sizenya cocok, kurang lebih gaya hidupnya orang Meksiko sama lah," jelas Kukuh.
Berikut adalah daftar lengkap 10 negara pengimpor mobil "buatan" Indonesia terbanyak sepanjang tahun 2025:
- Filipina: 173.532 unit
- Vietnam: 77.892 unit
- Meksiko: 64.311 unit
- Arab Saudi: 36.330 unit
- Peru: 21.259 unit
- Timur Tengah dan Afrika (gabungan): 18.799 unit
- Jepang: 12.073 unit
- Uni Emirat Arab: 10.899 unit
- Chili: 8.295 unit
- Thailand: 7.870 unit
Gaikindo berharap tren positif ini dapat terus berlanjut. Kukuh Kumara menargetkan penjualan domestik bisa mencapai 2 juta unit dan ekspor menembus 1 juta unit di masa mendatang. Namun, proyeksi ekspor untuk tahun ini (2026) diprediksi akan sedikit menurun. "Mungkin ekspornya akan sedikit turun ya karena ada geopolitik di Timur Tengah, sekitar 20-30 ribu itu kita ekspor ke Timur Tengah," terang Kukuh.
Meskipun menghadapi tantangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi pasar, performa ekspor mobil Indonesia pada tahun 2025 telah membuktikan kapasitas dan daya saing produk otomotif nasional di pasar global, menjadikannya salah satu pilar penting perekonomian negara.






Tinggalkan komentar