Cerita.co.id, JAKARTA – Pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 menjadi saksi bisu strategi dua arah yang dijalankan PT Sokonindo Automobile. Di satu sisi, DFSK tampil perkasa dengan kendaraan niaga yang menjadi andalan. Di sisi lain, Seres berjuang keras di tengah sengitnya persaingan mobil listrik murah.
Total 565 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berhasil dikantongi selama 11 hari pameran. Namun, di balik angka tersebut, tersembunyi dinamika menarik tentang fokus dan tantangan yang dihadapi masing-masing merek.

DFSK: Raja di Segmen Kendaraan Niaga

Related Post
Sorotan media mungkin lebih banyak tertuju pada mobil listrik Seres, tetapi kenyataannya, DFSK-lah yang menjadi penyumbang terbesar penjualan. Sebanyak 340 unit kendaraan niaga berhasil terjual, menjadi tulang punggung bagi PT Sokonindo Automobile.
DFSK Super Cab, sang legenda pikap, mencatatkan penjualan 110 unit. Namun, primadona sesungguhnya adalah van listrik DFSK Gelora E. Varian Blind Van yang diperuntukkan bagi angkutan barang berhasil terjual 150 unit, sementara versi Mini Bus untuk penumpang mencatatkan 80 unit. Angka ini membuktikan bahwa elektrifikasi di sektor niaga semakin diminati, dan DFSK berhasil memanfaatkan peluang tersebut.
Seres: Bertarung di Arena EV yang Kompetitif
Sementara DFSK menikmati dominasinya di segmen niaga, Seres harus berjuang keras di pasar mobil listrik yang semakin ramai. Persaingan harga yang ketat memaksa Seres untuk bekerja ekstra keras agar dapat menarik perhatian konsumen.
Meskipun demikian, kehadiran Seres tetap memberikan warna tersendiri di GIIAS 2025. Merek ini membuktikan komitmennya untuk menghadirkan mobil listrik terjangkau bagi masyarakat Indonesia.








Tinggalkan komentar