Liuzhou – Cerita.co.id melaporkan bahwa sebelum menjelma menjadi salah satu raksasa otomotif global, khususnya di segmen kendaraan listrik, Wuling menorehkan perjalanan panjang yang tak terduga. Berawal dari instruksi langsung pendiri Republik Rakyat Tiongkok, Mao Zedong, perusahaan ini melewati berbagai fase transformatif, dari memproduksi mesin jahit hingga traktor, sebelum akhirnya melahirkan mobil-mobil yang kini mendominasi pasar dunia.
Kisah epik Wuling bermula di Liuzhou pada 28 Oktober 1958, dengan berdirinya Pabrik Mesin Daya Liuzhou. Pendirian ini merupakan respons langsung terhadap seruan Ketua Mao Zedong untuk mempercepat industrialisasi di wilayah Guangxi yang kala itu tertinggal. Awalnya, pabrik ini berfokus pada produksi mesin diesel untuk kapal, namun tak lama kemudian beralih ke sektor pertanian dengan meluncurkan traktor roda tipe 37 bermerek "Fengshou" – yang berarti "Panen". Traktor ini sukses besar, bahkan menempatkan Wuling sebagai salah satu dari delapan produsen traktor terbesar di Tiongkok pada pertengahan 1970-an.
Namun, roda bisnis terus berputar. Memasuki era 1980-an, permintaan traktor pertanian mulai menunjukkan tren penurunan. Demi menjaga keberlangsungan operasional dan ribuan lapangan kerja, manajemen pabrik mengambil langkah berani: beralih ke produksi alat rumah tangga. Lahirlah mesin jahit merek "Wanjia" pada akhir 1980, yang menariknya, dibuat melalui proses rekayasa balik dari model buatan Taiwan. Selama empat tahun (1981-1984), pabrik ini berhasil menjual lebih dari 26.000 unit mesin jahit, sebuah pencapaian krusial yang menjadi modal awal untuk lompatan yang lebih besar.

Related Post
Keuntungan dari penjualan mesin jahit inilah yang membuka jalan bagi Wuling untuk memasuki industri otomotif. Pada 20 Januari 1982, sejarah baru terukir di Liuzhou. Dengan metode perakitan manual, tanpa bantuan robot modern, mereka sukses menciptakan mobil mikro pertama berkode LZ110. Mobil mungil berbasis kei-car Jepang ini tak hanya berhasil diproduksi, tetapi juga menjadi mobil mikro pertama di Tiongkok yang lolos standar penilaian nasional. Kesuksesan LZ110 mengubah total arah perusahaan. Pada tahun 1985, identitas sebagai pabrik traktor resmi ditanggalkan, diganti dengan nama Pabrik Mobil Mikro Liuzhou, menandai fokus baru mereka.
Kurang dari dua dekade kemudian, tepatnya pada tahun 1998, volume produksi dan penjualan kendaraan Wuling melesat hingga menembus angka 100.000 unit, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin di segmen mobil mikro nasional. Babak paling krusial dimulai pada tahun 2002 dengan terbentuknya kerja sama tiga pihak (SAIC, General Motors, dan Wuling) yang melahirkan SAIC-GM-Wuling (SGMW). Di bawah bendera SGMW, lahirlah Wuling Zhiguang (Wuling Sunshine) pada tahun 2003, sebuah mikrovan yang meledak di pasaran dan menjadi tulang punggung ekonomi akar rumput Tiongkok. Dampaknya begitu besar hingga majalah bisnis global Forbes pada Mei 2010 menjulukinya "THE MOST IMPORTANT CAR ON EARTH", dengan penjualan kumulatif mencapai 4,35 juta unit. Kesuksesan berlanjut dengan Wuling Hongguang (cikal bakal Wuling Confero) pada 2010 dan Baojun 730 (cikal bakal Wuling Cortez) pada 2014.
Pertumbuhan Wuling tak terbendung. Pada tahun 2009, mereka menjadi perusahaan otomotif tunggal pertama di Tiongkok yang penjualan tahunannya menembus 1 juta unit, dan angka ini berlipat ganda menjadi 2 juta unit pada tahun 2015. Pendapatan perusahaan pun meroket hingga menembus 100 miliar yuan pada tahun 2016. Tonggak sejarah penting bagi Indonesia terjadi pada tahun 2017, ketika PT SGMW Motor Indonesia resmi memulai operasional dan memproduksi mobil pertamanya langsung dari pabrik megah di Cikarang, Jawa Barat, menandai ekspansi global Wuling.
Setelah dominasi di segmen kendaraan bermesin pembakaran internal yang fungsional dan kompetitif, Wuling kembali membuat gebrakan besar di era modern. Pada tahun 2020, mereka meluncurkan Hongguang Mini EV, sebuah mobil listrik mungil yang segera memicu demam EV global dan telah memikat lebih dari 1,6 juta pengguna. Keberhasilan platform micro-EV inilah yang menjadi fondasi bagi lahirnya kendaraan listrik populer di Indonesia seperti Wuling Air EV, Binguo EV, dan Cloud EV, mengukuhkan posisi Wuling sebagai pemain kunci dalam revolusi elektrifikasi otomotif dunia.
Dari bengkel yang memproduksi mesin jahit dan traktor, Wuling telah bertransformasi menjadi salah satu kekuatan utama di industri kendaraan listrik global, membuktikan bahwa inovasi dan adaptasi adalah kunci kesuksesan abadi.







Tinggalkan komentar