Cerita.co.id – Raksasa kendaraan energi baru (NEV) asal Tiongkok, BYD, memang berhasil menutup tahun 2025 dengan capaian penjualan global yang mengesankan, mencapai sekitar 4,6 juta unit. Namun, di balik angka fantastis tersebut, muncul sinyal perlambatan pertumbuhan yang jelas menunjukkan bahwa tahun 2026 tidak akan semudah yang dibayangkan bagi produsen kendaraan listrik (EV) terkemuka ini.
Berdasarkan laporan mendalam dari CarNewsChina, performa BYD pada Desember 2025 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Penjualan kendaraan penumpang tercatat hanya 414.784 unit, anjlok 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan juga merosot 12,7 persen dari bulan November. Ini menandai bulan keempat berturut-turut di mana BYD mengalami penurunan penjualan tahunan, sebuah fenomena yang jarang terjadi di tengah dominasinya.
Secara keseluruhan, BYD berhasil menjual 4.550.036 unit kendaraan sepanjang tahun 2025, menunjukkan peningkatan 7,1 persen dari 4,25 juta unit yang terjual pada tahun 2024. Angka ini, meski positif, jauh di bawah ekspektasi dan sangat kontras dengan lonjakan pertumbuhan dua atau bahkan tiga digit yang secara konsisten dicatatkan perusahaan sejak tahun 2021. Perlambatan ini menjadi indikator kuat adanya tantangan baru di pasar.

Related Post
Meskipun demikian, ada secercah harapan dari kinerja penjualan di luar negeri yang mencatat hasil menggembirakan, menunjukkan potensi ekspansi global BYD. Namun, dengan momentum pertumbuhan yang jelas melambat, tahun 2026 diprediksi tidak akan menjadi perjalanan yang mulus bagi raksasa EV ini. BYD kini dihadapkan pada tugas berat untuk menemukan strategi baru guna mempertahankan dominasinya dan kembali memacu laju pertumbuhan yang pernah menjadi ciri khasnya.









Tinggalkan komentar