BYD Subang Kejutan Produksi

BYD Subang Kejutan Produksi

Cerita.co.id melaporkan, di balik kemeriahan peresmian pabrik BYD di Subang, terkuak sebuah fakta mengejutkan: fasilitas produksi raksasa ini ternyata telah memulai fase operasionalnya jauh lebih awal dari yang diperkirakan publik. Ribuan unit kendaraan listrik dilaporkan sudah lahir dari lini produksi BYD di Subang sejak April 2026.

Fakta ini terkuak dari data produksi yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pada bulan April 2026, BYD tercatat telah merakit 198 unit mobil, mencakup model populer seperti Atto 1 dan M6 DM. Jumlah produksi ini terus menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 1.560 unit pada Mei, dan melonjak drastis hingga 9.736 unit pada Agustus. Secara keseluruhan, total produksi BYD di Indonesia sejak April hingga Agustus 2026 telah mencapai 24.877 unit.

BYD Subang Kejutan Produksi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Peresmian resmi pabrik BYD yang berlokasi di kawasan Subang Metropolitan baru dilangsungkan pada Kamis (3/9/2026). Pabrik ini merupakan manifestasi dari investasi ambisius senilai Rp 11,7 triliun, dengan target kapasitas produksi kendaraan listrik mencapai 150 ribu unit per tahun. "Hari ini para hadirin sekalian dengan disaksikan semua orang di sini kita sudah membuktikan impian kita bisa terwujudkan, pabrik 126 hektar dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun," ujar Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd, dalam pidatonya saat peresmian.

COLLABMEDIANET

Percepatan produksi ini dilatarbelakangi oleh komitmen besar BYD untuk memenuhi kewajiban lokalisasi sebanyak 92.000 unit mobil listrik di dalam negeri. Komitmen ini merupakan imbalan atas insentif impor yang selama ini dinikmati oleh pabrikan asal Tiongkok tersebut.

Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, menjelaskan bahwa BYD memperoleh jaminan dari pemerintah untuk mengimpor hingga 100.000 unit kendaraan dalam program insentif dua tahun (2024-2025). "Ya, kita memang mendapatkan dengan jumlah investasi sebesar itu kita granted untuk bisa mengimpor kendaraan sampai 100.000 unit dalam dua tahun. Secara kompensasi kita harus bangun pabrik dalam waktu dua tahun dan kita sudah realisasikan, artinya kita menjawab komitmen itu," terang Luther. Ia menambahkan, dari kuota yang diberikan, BYD hanya memanfaatkan 92.000 unit untuk diimpor.

Sesuai regulasi, para produsen yang menikmati insentif impor mobil listrik diwajibkan membuka bank garansi dan memproduksi volume unit yang sama di dalam negeri hingga batas waktu Desember 2025. Selain itu, terdapat ketentuan bahwa kapasitas baterai dan motor listrik pada mobil yang diproduksi secara lokal tidak boleh diubah. Luther Panjaitan menyatakan keyakinannya bahwa BYD akan mampu menuntaskan komitmen produksi ini dalam kurun waktu dua tahun ke depan, menegaskan keseriusan BYD dalam berkontribusi pada industri otomotif nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar