Cerita.co.id, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, atau akrab disapa Bamsoet, menyoroti peran krusial komunitas otomotif dalam menjaga keutuhan bangsa. Pernyataan ini disampaikan Bamsoet saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Motor Besar Indonesia (MBI) di Jakarta baru-baru ini, menekankan bagaimana semangat persaudaraan di kalangan bikers mampu meredam polarisasi sosial yang kian menguat.
Dalam pandangan Bamsoet, yang juga Ketua DPR RI ke-20, komunitas otomotif telah bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang signifikan. Ia melihat fenomena ini sebagai ‘ruang sosial baru’ yang berhasil menyatukan individu dari beragam profesi, budaya, usia, dan daerah, semuanya terikat dalam semangat kebersamaan dan gotong royong. Ini menjadi penawar di tengah masyarakat yang mudah terpecah oleh politik identitas dan hiruk-pikuk opini di media sosial.

"Komunitas otomotif sekarang sudah berkembang menjadi kekuatan sosial. Di dalamnya ada semangat brotherhood, gotong royong, dan rasa kebersamaan yang bisa menjadi perekat persatuan bangsa," ujar Bamsoet. Ia menjelaskan, di tengah situasi yang rentan perpecahan, komunitas otomotif justru mampu menghadirkan ruang interaksi yang lebih cair, di mana anggota dari berbagai latar belakang membangun hubungan sosial yang setara melalui aktivitas bersama.

Related Post
Berbagai inisiatif seperti touring kebangsaan, aksi bakti sosial, donor darah, hingga kolaborasi lintas komunitas yang marak digelar, menjadi bukti nyata bahwa komunitas ini telah melampaui sekadar hobi berkendara. Bamsoet menegaskan, "Touring jangan lagi dimaknai sekadar konvoi. Touring harus menjadi gerakan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat." Data dari Asosiasi Automotif Indonesia bahkan menunjukkan bahwa lebih dari 60% anggota komunitas otomotif secara aktif terlibat dalam kegiatan sosial, menggarisbawahi komitmen mereka terhadap kemanusiaan dan nilai-nilai kebangsaan.
Meski demikian, Ketua Dewan Kehormatan MBI ini mengingatkan bahwa tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara identitas komunitas dan tanggung jawab sosial yang lebih luas. Semangat ‘brotherhood’ tidak boleh berhenti di lingkup internal, melainkan harus diperluas menjadi solidaritas yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap kegiatan komunitas diarahkan pada aksi kemanusiaan, seperti bantuan sosial untuk masyarakat kurang mampu, serta promosi budaya lokal dalam setiap perjalanan nasional.
Indonesia, menurut Bamsoet, sangat membutuhkan lebih banyak ‘ruang persaudaraan’ yang mampu melampaui sekat-sekat politik, agama, dan status sosial. "Ketika para bikers mampu menjadi teladan dalam solidaritas sosial, mereka sedang ikut menjaga persatuan Indonesia," pungkasnya, menegaskan harapan besar yang diemban oleh komunitas otomotif.









Tinggalkan komentar