Cerita.co.id – Lanskap pasar otomotif elektrifikasi di Indonesia memasuki babak baru pada awal tahun 2026. Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran tren yang signifikan, di mana mobil listrik murni (BEV) dan Plug-in Hybrid (PHEV) mencatat lonjakan penjualan yang ‘menggila’, sementara segmen hybrid (HEV) justru menunjukkan tanda-tanda stagnasi.
Berdasarkan laporan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk Januari 2026, total pasar mobil elektrifikasi di Tanah Air mencapai 14.908 unit. Dari angka tersebut, mobil listrik murni (BEV) menjadi primadona dengan torehan fantastis 10.211 unit.
Pertumbuhan ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah ledakan, dengan peningkatan hampir 300% dibandingkan Januari 2025 yang hanya mencatat 2.580 unit BEV. Fenomena ini menegaskan bahwa mobil listrik kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan utama yang semakin diminati konsumen.

Related Post
BYD, raksasa otomotif asal Tiongkok, semakin mengukuhkan posisinya sebagai "raja" di segmen BEV Indonesia, dengan total penjualan merek mencapai 4.879 unit. Model andalannya, BYD Atto 1, kembali menjadi juara bertahan dengan distribusi sebanyak 3.361 unit. Namun, kejutan terbesar datang dari pendatang baru. Jika sebelumnya posisi runner-up kerap diisi oleh model BYD lainnya, kini Jaecoo J5 berhasil menyodok ke peringkat kedua dengan distribusi 1.942 unit, menandakan persaingan yang semakin ketat di pasar BEV.
Kontras dengan keganasan BEV dan PHEV, segmen mobil hybrid (HEV) justru menunjukkan performa yang relatif datar. Dengan distribusi 4.195 unit pada Januari 2026, segmen ini hanya mengalami penurunan tipis 0,83% secara year-on-year. Namun, yang lebih mencolok adalah penurunan pangsa pasarnya. Dari yang sebelumnya mendominasi lebih dari 60% pasar elektrifikasi pada Januari 2025, kini hybrid hanya menyumbang 28,1% dari total penjualan kendaraan elektrifikasi.
Di tengah kondisi ini, Toyota Kijang Innova Zenix tetap menjadi jawara tak tergoyahkan di segmen hybrid. MPV populer ini sukses mendominasi pasar dengan distribusi sebanyak 2.143 unit hanya dalam satu bulan, mencakup lebih dari separuh total penjualan hybrid nasional di Januari 2026. Popularitas Zenix disusul oleh "saudaranya" dari segmen SUV kompak, Toyota Yaris Cross Hybrid, yang berhasil membukukan penjualan 246 unit, mempertegas dominasi Toyota sebagai pemimpin pasar di segmen ini.
Tak kalah sensasional adalah kebangkitan segmen Plug-in Hybrid (PHEV). Jika pada Januari 2025 segmen ini nyaris tak terdeteksi dengan hanya 16 unit, kini PHEV "meledak" hingga 502 unit di Januari 2026. Pertumbuhan fantastis lebih dari 3.000% ini didorong oleh agresivitas SUV canggih dari Tiongkok seperti Chery Tiggo 8 CSH dan Geely Starray EM-i, yang menawarkan kombinasi efisiensi dan performa tinggi.
Pergeseran ini mengindikasikan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap teknologi elektrifikasi yang lebih canggih dan murni. Dengan dominasi BEV yang kian nyata dan kebangkitan PHEV, pasar otomotif Indonesia diprediksi akan terus bergejolak, menuntut para pemain untuk beradaptasi cepat dengan preferensi baru ini.







Tinggalkan komentar