Cerita.co.id mengabarkan, Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKHSA), Bambang Soesatyo atau Bamsoet, secara resmi mengukuhkan kepengurusan komunitas Jeep PERIKHSA 4×4. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya menyatukan kecintaan terhadap otomotif ekstrem dengan semangat tanggung jawab, disiplin, serta penguatan solidaritas nasional dan bela negara.
Komunitas yang beranggotakan para pemilik kendaraan Jeep 4×4 dan pemegang Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (IKHSA) ini diharapkan menjadi wadah sinergis antara hobi off-road dan on-road dengan komitmen kebangsaan. Pengukuhan tersebut berlangsung dalam acara Halal Bihalal PERIKSHA dan Pengukuhan Pengurus PERIKHSA 4×4 COMMUNITY di Parle Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut, menunjukkan dukungan kuat terhadap inisiatif ini. Mereka termasuk Ketua Dewan Pembina, Mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto, Aboe Bakar Al Habsy, Ketua Dewan Penasehat Komjen Pol (Purn.) Nanan Soekarna, Wakil Dewan Penasehat Hercules Rosario Marshal dan Sonny Harsono, serta Presiden PERIKHSA 4×4 Malik Bawazier, dan Presiden PERIKHSA Riders Aldwin Rahadian.

Related Post
Dalam keterangannya, Bamsoet menegaskan bahwa pengukuhan PERIKHSA 4×4 COMMUNITY harus dimaknai sebagai upaya konkret untuk menyatukan hobi dengan tanggung jawab. "Aktivitas off-road melatih ketangguhan dan mental, sementara kepemilikan senjata api bela diri menuntut disiplin yang tinggi. Keduanya wajib berjalan seiring dalam koridor etika dan profesionalisme," ujar Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu.
Ia menambahkan, para pemilik izin khusus senjata api merupakan kategori warga negara yang terlatih dan harus siap berada di garda terdepan, bersama elemen masyarakat lainnya, untuk menghadapi ancaman yang berpotensi merongrong kedaulatan negara.
Bamsoet juga menyoroti bahwa kehadiran PERIKHSA 4×4 COMMUNITY membawa dimensi baru dalam lanskap komunitas otomotif nasional. Di tengah maraknya pertumbuhan komunitas off-road, muncul kebutuhan untuk menghadirkan nilai tambah yang melampaui sekadar hobi. Selama ini, off-road identik dengan kendaraan sport dan aktivitas ekstrem, namun belum sepenuhnya terintegrasi dengan agenda sosial yang lebih luas.
"Oleh karena itu, PERIKHSA 4×4 COMMUNITY diharapkan mampu membawa paradigma baru. Komunitas ini harus membuktikan bahwa hobi ekstrem dapat menjadi sarana efektif untuk pembentukan karakter, penguatan solidaritas, sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat," paparnya.
Sebagai organisasi induk, PERIKHSA memiliki standar ketat dalam kepemilikan senjata api bela diri, meliputi seleksi psikologi, kesehatan, hingga pelatihan penggunaan yang bertanggung jawab. Fondasi inilah yang menjadi pilar penting bagi pembentukan komunitas yang berintegritas. "Penggunaan senjata api bela diri bukanlah simbol status, melainkan sebuah amanah yang harus dijaga dengan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran hukum yang tinggi. Nilai-nilai ini juga harus tercermin dalam setiap aktivitas komunitas PERIKHSA 4×4," tegasnya.
Bamsoet juga mendorong penguatan semangat persaudaraan (brotherhood) lintas komunitas sebagai modal sosial untuk menjaga persatuan bangsa. Ia meyakini, solidaritas dalam komunitas otomotif dan olahraga menembak dapat menjadi kekuatan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan.
"Spirit brotherhood yang terbangun di PERIKHSA, termasuk di PERIKHSA 4×4 COMMUNITY, adalah modal sosial yang sangat kuat. Ini dapat menjadi perekat persatuan sekaligus sarana membangun karakter kebangsaan yang kokoh," pungkas Bamsoet.







Tinggalkan komentar