Awas Preman Jalanan Jakarta

Dana Sulistiyo

Awas Preman Jalanan Jakarta

Cerita.co.id – Sebuah video viral di media sosial baru-baru ini kembali menyoroti praktik premanisme di jalanan Ibu Kota. Kali ini, seorang pengendara mobil berpelat luar kota menjadi korban pemalakan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Insiden ini memicu pertanyaan krusial: bagaimana seharusnya pengemudi bertindak jika menghadapi situasi serupa agar tetap aman?

Menanggapi fenomena ini, Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menjelaskan bahwa tindakan pemalakan seringkali bersifat situasional, memanfaatkan kesempatan dan kerentanan korban. "Mereka cenderung memilih korban yang terlihat bingung, berasal dari luar daerah, atau mengendarai jenis mobil umum/menengah ke bawah. Jika memenuhi kriteria, mereka akan menargetkan secara acak," ungkap Sony kepada Cerita.co.id.

Awas Preman Jalanan Jakarta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sony menekankan pentingnya menerapkan ‘defensive act’ atau tindakan defensif. "Hal paling rasional adalah mengalah, bersikap sopan, namun tetap berupaya merekam kejadian sebagai barang bukti," saran Sony. Ia memperingatkan agar tidak melawan secara fisik, mengingat pelaku seringkali didukung oleh warga lokal sekitar, yang dapat memperkeruh situasi dan berujung pada pengeroyokan.

COLLABMEDIANET

Meskipun ujung-ujungnya pelaku akan meminta uang, Sony menyarankan untuk memberikan sesuai kemampuan dan segera melaporkan jika tuntutan tidak masuk akal atau melanggar aturan. "Melawan tanpa memahami dinamika situasi justru akan memperburuk keadaan dan membahayakan diri," tambahnya.

Insiden yang menjadi pemicu pembahasan ini terjadi di Jalan Kebon Kacang 12, Tanah Abang, pada Jumat (27/3) sore. Korban, yang sedang menepi sebentar untuk memeriksa aplikasi peta digital, tiba-tiba dihampiri tiga pelaku yang mengendarai satu sepeda motor.

Awalnya, para pelaku meminta "uang rokok." Ketika korban menolak, mereka menawarkan "jasa pengawalan" agar korban bisa melanjutkan perjalanan dengan aman, dengan tarif Rp 300 ribu. Korban hanya memberikan Rp 100 ribu, namun pelaku merasa tidak puas dan secara paksa mengambil kartu e-toll korban. Video yang beredar menunjukkan adu mulut antara korban dan pelaku, bahkan upaya korban merebut kembali kartunya.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua pelaku berinisial MN dan N, yang diketahui merupakan warga Kecamatan Tanah Abang. Keduanya kini telah diamankan di Polsek Metro Tanah Abang untuk proses hukum lebih lanjut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengendara, khususnya yang berasal dari luar kota, untuk selalu waspada dan mengetahui langkah mitigasi saat berada di jalan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar