Transformasi Energi RI Korsel Anjungan Migas

Transformasi Energi RI Korsel Anjungan Migas

Cerita.co.id – Jakarta. Sebuah langkah strategis monumental telah diambil dalam upaya mewujudkan kemandirian energi dan keberlanjutan. Indonesia dan Republik Korea Selatan secara resmi mengukuhkan kemitraan mereka melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di sektor industri jasa instalasi lepas pantai. Kesepakatan yang berlangsung di Seoul ini disaksikan langsung oleh kedua kepala negara, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung, di Istana Kepresidenan Blue House, menandai era baru kolaborasi energi hijau.

MoU yang diberi judul "Cooperation in the Field of Offshore Plant Service Industry" ini ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama dengan Menteri Samudra dan Perikanan Republik Korea, Hwang Jongwoo. Inti dari perjanjian ini adalah kerja sama teknis yang komprehensif, mencakup seluruh siklus hidup instalasi di perairan, termasuk pengelolaan anjungan lepas pantai yang telah memasuki fase pascaoperasional.

Transformasi Energi RI Korsel Anjungan Migas
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menko Airlangga menjelaskan bahwa cakupan kerja sama ini sangat luas, mulai dari pengembangan inovasi teknologi mutakhir, proses pembongkaran (decommissioning) anjungan yang tidak lagi produktif, hingga pemanfaatan kembali (reutilization) struktur tersebut. "MoU ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kedua negara dalam pengembangan industri jasa instalasi di perairan, termasuk transfer pengetahuan teknologi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, serta pembongkaran dan pemanfaatan ulang anjungan migas pascaoperasional," tegas Airlangga.

COLLABMEDIANET

Lebih lanjut, Airlangga menggarisbawahi bahwa inisiatif ini membuka peluang besar bagi entitas bisnis nasional, baik dari Pertamina Group maupun sektor swasta, untuk berpartisipasi aktif. Salah satu visi utamanya adalah mengubah anjungan bekas minyak dan gas bumi menjadi infrastruktur penunjang energi ramah lingkungan. "Pemanfaatan kembali anjungan lepas pantai pascaoperasional direncanakan untuk menjadi lokasi Terminal Penerima LNG (LNG Receiving Terminal) serta fasilitas Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (Carbon Capture and Storage), dan ini terbuka lebar bagi seluruh pelaku industri energi di tanah air," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar