Target Ekonomi Prabowo Mungkinkah

Target Ekonomi Prabowo Mungkinkah

Cerita.co.id melaporkan bahwa Center of Economic and Law Studies (Celios) menyoroti draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang baru saja dipaparkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Celios, asumsi-asumsi makro yang terkandung di dalamnya dinilai terlampau optimistis, terutama terkait target pertumbuhan ekonomi.

Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, secara tegas menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, serta batas inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen, terdengar kurang realistis. Penilaian ini didasarkan pada himpitan gejolak global yang terus berlanjut dan kondisi pertumbuhan domestik yang masih rapuh.

Target Ekonomi Prabowo Mungkinkah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Huda menguraikan beberapa parameter yang mendasari kekhawatirannya. Di kancah internasional, perekonomian global masih diselimuti ketidakpastian tinggi. Konflik bersenjata yang meluas di Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur perdagangan dunia, menambah tekanan pada stabilitas ekonomi global. Berbagai lembaga keuangan internasional pun telah memproyeksikan laju pertumbuhan global akan melambat. Bank Dunia memperkirakan angka 2,8 persen, OECD di level 3,1 persen, dan IMF mematok 3,4 persen. Perlambatan ini sejalan dengan menyusutnya kinerja ekonomi negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat, ditambah lagi dengan bank sentral di AS dan Jepang yang telah memulai rezim kenaikan suku bunga acuan.

COLLABMEDIANET

Melihat ke dalam negeri, Huda memproyeksikan daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun depan paling tinggi hanya akan menyentuh angka 4,7 persen. Kemerosotan daya dorong ini dipicu oleh gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi sepanjang tahun berjalan, inflasi biaya produksi yang menekan daya beli dan konsumsi rumah tangga, serta hilangnya stimulus dari sektor bangunan akibat berakhirnya porsi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Mengomentari kondisi tersebut, Huda menegaskan, "Target pertumbuhan ekonomi 6 persen ini saya nilai terlalu optimis di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang penuh tantangan, di mana perlambatan global dan kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral besar menjadi realitas." Gabungan tantangan eksternal dan internal ini, menurut Celios, membuat proyeksi pemerintah terlihat kurang berpijak pada realitas ekonomi yang ada.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar