Strategi Jitu UMKM Tembus Pasar Global

Strategi Jitu UMKM Tembus Pasar Global

Cerita.co.id – Menembus pasar internasional bukanlah perkara mudah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Selama ini, banyak pengusaha lokal yang merasa bahwa memiliki produk dengan kualitas unggul sudah cukup untuk membuat barang mereka laku di luar negeri. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa standar kualitas hanyalah satu dari sekian banyak variabel yang menentukan keberhasilan ekspor.

Untuk bisa bersaing di kancah global, pelaku usaha dituntut untuk tidak hanya fokus pada apa yang mereka produksi, tetapi juga harus memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh pasar dunia. Pergeseran paradigma ini menjadi kunci utama agar produk lokal tidak sekadar mampir di pasar luar negeri, tetapi mampu bertahan dalam jangka panjang.

Strategi Jitu UMKM Tembus Pasar Global
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Fasilitator Ekspor dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Dede Saputra, menekankan pentingnya perubahan pola pikir bagi para pengusaha. Menurutnya, UMKM harus mulai meninggalkan pendekatan yang bersifat product centric atau hanya berorientasi pada produk, dan beralih menjadi buyer centric atau berorientasi pada kebutuhan pembeli.

COLLABMEDIANET

"Produk yang bagus saja tidak cukup. Pembeli internasional tidak hanya sekadar membeli barang, tetapi mereka juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan serta kepatuhan terhadap regulasi di negara mereka masing-masing. Pengusaha UMKM wajib memahami bagaimana proses pengambilan keputusan pembeli dalam memilih pemasok," jelas Dede saat memberikan materi dalam sesi Export Bootcamp di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Kegiatan Export Bootcamp ini merupakan bagian dari rangkaian program "Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas Membuka Pasar Global". Acara yang diinisiasi oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) melalui program keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia" ini diikuti oleh lebih dari 180 pelaku UMKM dari berbagai penjuru tanah air.

Dalam kesempatan tersebut, Dede memaparkan tiga pilar utama yang menjadi pertimbangan krusial bagi pembeli, terutama dalam skema perdagangan business-to-business (B2B). Pilar pertama yang paling mendasar adalah pemenuhan regulasi dan sertifikasi.

Dede menjelaskan bahwa pembeli internasional sangat berhati-hati dalam memilih mitra dagang karena mereka harus melakukan mitigasi risiko. Risiko yang dimaksud bisa berupa barang yang tertahan di bea cukai negara tujuan atau bahkan produk yang harus ditarik kembali dari pasar (recall) karena tidak memenuhi standar keamanan.

Oleh karena itu, pelaku UMKM tidak boleh mengabaikan aspek legalitas dan standar mutu. Memastikan produk memiliki sertifikasi yang diakui secara internasional bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban jika ingin membangun kepercayaan dengan mitra bisnis di luar negeri. Dengan memenuhi standar regulasi, UMKM tidak hanya menjual barang, tetapi juga menjual rasa aman dan kepastian bagi para pembeli global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar