Strategi Cerdas Investasi Masa Depan

Strategi Cerdas Investasi Masa Depan

Cerita.co.id – Dunia investasi kini bukan lagi menjadi konsumsi eksklusif kalangan profesional atau mereka yang sudah mapan secara finansial. Kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini mulai tumbuh di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa. Menanggapi tren positif ini, MNC Sekuritas bersama Korea Investment Management Indonesia berkolaborasi menggelar sebuah inisiatif edukatif bertajuk "Having Fund 2026" di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Jumat (30/10/2026).

Mengusung tema besar "Mindset Baru, Masa Depan Baru", acara ini dirancang khusus untuk membekali para mahasiswa dengan literasi keuangan yang mumpuni. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami teori ekonomi di bangku kuliah, tetapi juga mampu mempraktikkan strategi investasi yang tepat di dunia nyata.

Strategi Cerdas Investasi Masa Depan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketua Jurusan Akuntansi PNJ, Bambang Waluyo, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin antara dunia akademisi dan praktisi industri. Menurutnya, sinergi seperti ini sangat krusial bagi pendidikan vokasi agar lulusannya memiliki kesiapan mental dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan dinamika ekonomi global.

COLLABMEDIANET

"Kolaborasi dengan para praktisi industri memiliki peran yang sangat vital. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, mahasiswa mendapatkan wawasan praktis mengenai industri keuangan yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas. Kami berharap kemitraan dengan MNC Sekuritas yang sudah terjalin sejak 2022 ini dapat terus berlanjut. Membangun mindset baru adalah bekal utama bagi mahasiswa untuk merancang masa depan mereka sebagai investor yang cerdas dan bijak," ungkap Bambang.

Dalam sesi diskusi utama, para pakar memberikan pandangan mendalam mengenai instrumen reksa dana. Arfian Prasetya Aji, yang menjabat sebagai Economist di Korea Investment Management Indonesia, menekankan bahwa kesalahan umum pemula adalah hanya mengejar keuntungan besar tanpa perhitungan matang.

Arfian menjelaskan bahwa kunci utama dalam berinvestasi bukanlah mencari instrumen dengan imbal hasil (return) tertinggi, melainkan mencari kesesuaian antara tujuan keuangan dengan profil risiko pribadi. "Fondasi terpenting adalah memahami diri sendiri. Sebelum menaruh uang di reksa dana, investor harus menentukan terlebih dahulu horizon waktu investasinya, apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang," jelas Arfian.

Ia juga menambahkan bahwa memahami toleransi terhadap fluktuasi pasar sangatlah penting agar investor tidak panik saat kondisi pasar sedang tidak menentu. Senada dengan hal tersebut, Wesly Andri selaku Senior Marketing Mutual Fund dari MNC Sekuritas turut memberikan perspektif mengenai bagaimana memilih produk reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

Melalui kegiatan "Having Fund 2026" ini, MNC Sekuritas dan Korea Investment Management Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inklusi keuangan di Indonesia, dimulai dari mencetak generasi muda yang melek investasi dan mampu mengelola aset mereka secara mandiri demi kesejahteraan di masa depan. Informasi lebih lanjut mengenai literasi keuangan dapat dipantau melalui laman cerita.co.id.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar