Strategi Baru Basmi Kemiskinan di Indonesia

Dana Sulistiyo

Strategi Baru Basmi Kemiskinan di Indonesia

Berdasarkan informasi dari Cerita.co.id, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, baru saja menyelesaikan rancangan induk pengentasan kemiskinan periode 2025-2029. Dokumen penting ini membagi masyarakat miskin ke dalam lima kategori spesifik, sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu menargetkan bantuan secara tepat sasaran dan efektif.

Kelima kategori tersebut adalah: potensi miskin permanen, miskin kultural, miskin sektoral, miskin temporal, dan miskin struktural. Kategori potensi miskin permanen mencakup individu yang mengalami musibah seperti kecelakaan atau bencana alam, sehingga membutuhkan bantuan jangka panjang untuk pemulihan. Sementara itu, kemiskinan kultural lebih mengarah pada permasalahan di perkotaan, seperti masyarakat urban marginal dan mantan napi yang kesulitan beradaptasi.

Strategi Baru Basmi Kemiskinan di Indonesia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kemiskinan sektoral difokuskan pada permasalahan di daerah pedesaan (rural) dan kawasan kumuh (slum area). Kategori miskin temporal menyoroti mereka yang mengalami kemiskinan sementara, misalnya akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau bencana alam. Terakhir, kemiskinan struktural meliputi permasalahan yang lebih sistemik, seperti UMKM yang bangkrut, kemiskinan turun-temurun, dan dampak negatif pembangunan yang tidak merata.

COLLABMEDIANET

Budiman menjelaskan bahwa rancangan ini telah melalui proses diskusi intensif dengan Bappenas dan pemerintah daerah. "Secara isi sudah selesai, kita menyusun ini dengan berdiskusi dengan Bappenas, mengundang Pemda, ini sudah menyerap, dari seluruh rencana induk," ujarnya di Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Pemerintah berencana memberikan perlakuan yang berbeda-beda untuk setiap kategori kemiskinan, sehingga diharapkan program pengentasan kemiskinan dapat lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih signifikan. Inisiatif ini menandai babak baru dalam upaya Indonesia untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang kompleks dan multi-faceted.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar