Rupiah Menguat Indonesia Mandiri

Rupiah Menguat Indonesia Mandiri

Cerita.co.id melaporkan, Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah strategis dengan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 5,50 persen. Keputusan ini segera membuahkan hasil positif, terlihat dari penguatan signifikan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda melonjak 129 poin atau 0,71 persen, kini diperdagangkan di level Rp18.085 per USD. Penguatan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya Rupiah sempat menyentuh angka psikologis Rp18.000 per USD, memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi nasional.

Namun, di balik optimisme penguatan Rupiah, tantangan besar masih membayangi. Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia, Akhrom Saleh, fokus utama saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Selain itu, mempertahankan kepercayaan investor juga krusial, mengingat Indonesia tengah berada dalam fase transisi penting. Pemerintah berupaya keras beralih dari ketergantungan modal asing menuju kemandirian pembiayaan nasional.

Rupiah Menguat Indonesia Mandiri
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam konteks kemandirian ini, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini membuat keputusan berani yang menarik perhatian publik. Ia secara tegas menolak tawaran pinjaman jumbo senilai USD20 miliar hingga USD30 miliar dari lembaga moneter internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Penolakan ini didasari keyakinan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia sangat solid, ditopang oleh Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun.

COLLABMEDIANET

Akhrom Saleh memuji langkah Purbaya sebagai keputusan yang "tepat dan cerdas". Menurutnya, penolakan utang tersebut merupakan manifestasi dari komitmen pemerintah dalam membangun kedaulatan nasional. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi bersedia didikte atau diatur oleh pihak eksternal, menandai era baru kemandirian finansial dan politik yang patut didukung oleh seluruh elemen bangsa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar