Rupiah Bangkit Dolar Tersungkur

Dana Sulistiyo

Rupiah Bangkit Dolar Tersungkur

Cerita.co.id melaporkan, nilai tukar rupiah menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Mata uang Garuda berhasil menguat signifikan, menembus level Rp16.800 per dolar Amerika Serikat. Kenaikan ini mencatatkan penguatan sebesar 29 poin atau sekitar 0,17 persen, memberikan sinyal positif di tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa salah satu faktor pendorong utama di balik penguatan rupiah ini berasal dari sentimen eksternal. Kebijakan pemerintah AS yang mulai memberlakukan tarif impor global sementara sebesar 10 persen, dengan potensi peningkatan menjadi 15 persen di bawah upaya Trump, telah menciptakan ketidakpastian dalam perdagangan global dan memicu kekhawatiran inflasi. Langkah ini diambil setelah Mahkamah Agung AS membatalkan bea masuk besar-besaran sebelumnya, mendorong Washington untuk mencari landasan hukum alternatif.

Rupiah Bangkit Dolar Tersungkur
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Selain itu, ketegangan geopolitik juga turut menjadi sorotan pasar. Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengindikasikan kesiapan Teheran untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Kedua belah pihak dijadwalkan akan melanjutkan putaran ketiga pembicaraan di Jenewa pada hari Kamis, di tengah meningkatnya ketegangan terkait potensi konfrontasi militer antara kedua negara adidaya tersebut.

COLLABMEDIANET

Namun, di sisi lain, ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi menjadi faktor penahan penguatan lebih lanjut. Presiden Federal Reserve Boston, Susan Collins, pada Selasa lalu menyatakan bahwa suku bunga kemungkinan besar akan dipertahankan pada level saat ini "untuk beberapa waktu." Pernyataan ini didasari oleh data ekonomi terbaru yang menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja AS, meskipun risiko inflasi masih tetap membayangi.

Senada dengan Collins, Ketua Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menolak spekulasi pelonggaran kebijakan moneter. Ia menegaskan bahwa suku bunga harus tetap tidak berubah mengingat inflasi masih berada di atas target 2 persen yang ditetapkan oleh The Fed. Ketua Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, juga menggemakan pandangan serupa, menekankan pentingnya menjaga inflasi sebagai prioritas utama. Kondisi ini menciptakan lanskap pasar yang kompleks, di mana sentimen global dan kebijakan moneter AS saling tarik-menarik memengaruhi pergerakan mata uang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar