Cerita.co.id melaporkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah wacana efisiensi anggaran negara, Prabowo dengan tegas menyatakan preferensinya: "Daripada uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan." Pernyataan ini menggarisbawahi prioritas utama pemerintahannya mendatang untuk memastikan kesejahteraan dasar masyarakat.
Komitmen ini, menurut Prabowo, adalah manifestasi nyata keberpihakan negara terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Program MBG tidak hanya dirancang untuk memerangi masalah gizi dan stunting yang masih menghantui, tetapi juga sebagai pilar strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan. Ia menekankan bahwa meskipun ada kritik dan tantangan fiskal, kebutuhan dasar masyarakat adalah yang utama dan akan tetap menjadi prioritas.

Dengan nada penuh keyakinan, Prabowo mengungkapkan pengamatannya langsung di lapangan. "Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," ujarnya, seperti dikutip dari keterangan tertulis pada Selasa (24/3/2026). Ia menambahkan, "Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya aku yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada." Pernyataan ini menunjukkan betapa mendalamnya keprihatinan Prabowo terhadap kondisi gizi anak-anak di Indonesia.

Related Post
Lebih jauh dari sekadar dampak sosial, Presiden Prabowo juga menyoroti potensi besar Program MBG sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Ia memproyeksikan penciptaan jutaan lapangan kerja baru di berbagai sektor. "MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja," jelasnya. Tidak berhenti di situ, setiap dapur diperkirakan akan menciptakan antara 5 hingga 10 vendor pemasok bahan pangan seperti telur, wortel, dan sayuran. "Tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja," imbuhnya, menggambarkan efek domino positif terhadap perekonomian lokal dan kesejahteraan petani.










Tinggalkan komentar