Cerita.co.id melaporkan bahwa sektor penerbangan Indonesia akan menyambut dua pemain baru dari mancanegara pada tahun 2026. Kedatangan maskapai asing ini diharapkan mampu mengisi kebutuhan armada yang terus meningkat pasca-pandemi Covid-19, serta memperkuat konektivitas udara di tanah air.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyambut baik investasi di bisnis penerbangan ini. Ia menekankan bahwa Indonesia masih sangat membutuhkan penambahan armada pesawat. Hampir separuh pesawat yang beroperasi sebelum pandemi belum kembali aktif, sementara permintaan perjalanan udara terus melonjak. "Investasi penerbangan sangat terbuka, karena kita masih membutuhkan banyak armada. Siapa saja yang mau membuka, silakan saja," tegas Menhub.
Salah satu maskapai yang akan mengudara adalah Mukhtara Air. Berasal dari Madinah, Arab Saudi, maskapai ini merupakan bagian dari Manazil Al Mukhtara Company Holding yang fokus pada layanan hotel, haji, dan umrah. Mukhtara Air dijadwalkan beroperasi mulai Januari 2026, khusus melayani jamaah haji dan umrah dari Indonesia. Dengan menggunakan pesawat wide-body jenis Airbus A330 dan Boeing 777, mereka telah mengajukan Air Operator Certificate (AOC) dan rute penerbangan reguler Jakarta-Madinah, Jakarta-Jeddah, Surabaya-Madinah, dan Surabaya-Jeddah.

Related Post
Maskapai kedua adalah Borneo Air. Kehadirannya terungkap setelah Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin. Kerajaan Sarawak bersiap meluncurkan Borneo Air pada Januari 2026. Maskapai ini bertujuan menghubungkan Sarawak dengan berbagai kota di Pulau Borneo, termasuk membuka jalur langsung menuju Nusantara, IKN. Langkah ini menandai upaya strategis dalam memperkuat konektivitas regional dan mendukung pengembangan Ibu Kota Negara baru.








Tinggalkan komentar